Implementation of Local Content-Based E-Modules to Strengthen Religious Moderation in Elementary Madrasah Teacher Education Study Programs
DOI:
https://doi.org/10.37680/basica.v6i1.9316Keywords:
E-Module, Local Wisdom, Merdeka Curriculum, Religious Moderation.Abstract
College students are vulnerable to radicalism and the spread of hoaxes that may trigger conflict and disrupt learning. Therefore, this study aimed to examine the effect of implementing local content-based e-modules on strengthening religious moderation among students of the PGMI Study Program. This study employed a quantitative approach with an experimental design, while the sample was selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measuring religious moderation based on indicators of acceptance of local culture aligned with Pancasila values. The data were analyzed using inferential statistical tests to determine the significance of the effect. The findings revealed a significant influence of local content-based e-modules on strengthening students’ religious moderation, with a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. The e-modules were proven effective not only as teaching materials but also in improving students’ understanding and attitudes toward religious moderation, including tolerance and interreligious harmony. The study concludes that local content-based e-modules play an important role in strengthening religious moderation among college students. The implications highlight the importance of integrating religious moderation values into the curriculum through curriculum revitalization, collaboration with religious moderation centers, and lecturer training programs.
References
Anwar, R. N., & Muhayati, S. (2021). Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum. Al-Tadzkiyyah : Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 1–15.
Arifin, S., & Muslim, M. (n.d.). Tantangan Implementasi “Merdeka Belajar, Kampus Merdeka” Pada Perguruan Tinggi Islam Swasta di Indonesia.
Dewi, E. P. D. (2017). Efektivitas Modul Dengan Model Inkuiri Untuk Menumbuhkan Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Kalor. Tadris : Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah, 105.
Diem, F. A. (2012). Wisdom of the locality (sebuah kajian : Kearifan Lokal dalam Arsitektur Tradisional Palembang). Berkala Teknik, 2(4).
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2020). Buku Panduan MBKM. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud RI.
Fatimah, S., Sirate, S., & Ramadhan, R. (n.d.). Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Keterampilan Literasi. Inspiratif Pendidikan.
Firdhaliana, L. T., & Mulyana, D. (2021). Hubungan antara Komunikasi Antarpribadi dengan Motivasi Belajar Siswa Baitul Ikhlas. 200–204.
Gunadharma, A. (2011). Pengembangan Modul Elektronik Sebagai Sumber Belajar Untuk Mata Kuliah Multimedia Design. In Artikel Tugas Akhir. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.
Hamzah, A. (2018). Kontribusi Alumni PGMI FITK UIN. JIP : Jurnal Ilmiah PGMI, 4(2), 197–208.
Hastiningrum, D., & Haryanto, S. (2020). Pengembangan E-Modul Biologi Berbasis Discovery Learning Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan pada Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Klaten. Journal of Educational Evaluation Studies …, 1(3), 202–213.
Hidayat, D. (2017). Memudarnya Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air. Jurnal Kependudukan Indonesia.
Irmansyah. (2024). Evaluasi Program Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Santri Pondok Pesantren Nashihuddin. Retrieved from http://repository.radenintan.ac.id/34347/1/TESIS 1-2.pdf
Kamila, Z., & Kowiyah, K. (2022). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Canva pada Materi Pecahan untuk Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1), 72–83. https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i1.1663
Kemendikbud. (2017). Panduan Praktis Penyusunan E-Modul. 1–57.
Kemendikbud. (2020). Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Jakarta: Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan, Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidika.
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan. (2022). Petunjuk Teknis Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Nomor 1591 Tahun 2022.
Kundori. (2023). Moderasi Beragama dalam Kurikulum Merdeka. Suara Kalbar.
Njatrijani, R. (2018). Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang. Gema Keadilan.
Prabandani, H. A. (2011). Pembangunan Hukum Berbasis Kearifan Lokal. Hukum Dan Kearifan Lokal, 1(XVII).
Prastowo, A. (2002). Panduan Kreatif Membuat Modul.
Prayogi, R., & Danial, E. (2016). Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Pada Suku Bonai Sebagai Civic Culture Di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.
Priyanthi., K. A., Ketut Agustini, S.Si, M. S. ., & Gede Saindra Santyadiputra, ST, M. C. (2017). Pengembangan E-Modul Berbantuan Simulasi Berorientasi Pemecahan Masalah Pada Mata Pelajaran Komunikasi Data (Studi Kasus : Siswa Kelas XI TKJ SMK Negeri 3 Singaraja). https://doi.org/https://doi.org/10.23887/karmapati.v6i1.9267
RI, K. A. (2019). Buku Saku Tanya Jawab Moderasi Beragama.
Rizky Alfariez, N. (2023). Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMKN 71 Jakarta. Alamin, 6(1), 1–14.
Rosyid, A. (2022). Moderasi Beragama Di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan : Suatu Kajian Atas Alterasi Kebijakan Pendirian Rumah Moderasi Beragama. Tarbawi, 5(2), 101–110.
Rusilowati, A. (2015). Pembelajaran Kebencanaan Alam Bervisi Sets Berbasis Kearifan Lokal Natural Disaster Vision Learning Sets Integrated In Subject of Physics Based Local Wisdom.
Saifuddin, L. H. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Saputra, M. N. A., & Mubin, M. N. (2021). Urgensi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam Fenomena Radikalisme Di Indonesia Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 3(1), 16–28.
Selvia, S., Rahmat, M., & Anwar, S. (2022). Tingkat Pemahaman Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri terhadap Konsep Moderasi Beragama. Intizar, 28(1), 1–9. https://doi.org/10.19109/intizar.v28i1.11667
Setyaningrum, N. D. B. (2017). Tantangan Budaya Nusantara Dalam Kehidupan. Pendidikan Seni Dan Seni Budaya, 3, 1–114.
Sudjana, N., & Rivai, A. (2013). Karakteristik Modul.
Suwarni, F. V., & Atasoge, A. D. (2021). Komitmen Kebangsaan Mahasiswa STP Reinha Melalui Ritual Keagamaan dalam Spirit AYD 2017. Reinha, 12, 22–28.
Undang-Undang Sisdiknas. (2003).
Zahrah, F. (2022). Moderasi Beragama dan Mahasiswa : Kajian Sistematis Review. Prosiding Muktamar Pemikiran Mahasiswa Nasional, 1(1), 104–115.
Zulkifli, Setiawan, A., Firman, Maryam, Tang, M., & Rosadi, K. (2023). Pemahaman Mahasiswa Tentang Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Umum. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 17(1), 685–694.
Zulya, A. A. (2022). Problematika Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar Di Perguruan Tinggi Pendahuluan. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Indonesia, 7(2), 1–6.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Miftahul Husni, Siti Fatimah, Rachmi Destiani, Ahmadani Ferdiyan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



