PENGUATAN DUKUNGAN PENGASUHAN BAGI ANAK PIATU MELALUI PENDAMPINGAN PARENTING BERBASIS KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL
Abstract
- Artikel pengabdian masyarakat ini membahas penguatan dukungan pengasuhan bagi anak yang kehilangan ibu (*anak piatu*) melalui pendampingan pengasuhan berbasis kebutuhan psikososial. Studi ini dilatarbelakangi oleh hilangnya peran ibu dalam keluarga dan perlunya ayah mengambil alih peran tersebut dalam membesarkan anaknya. Artikel ini bertujuan memberikan panduan bagi orang tua, khususnya ayah yang menduda dan membesarkan anak seorang diri, mengenai pentingnya pola asuh bagi perkembangan masa depan anak. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan dengan fokus pada seorang anak laki-laki yang kehilangan ibu beserta kelompok teman sebayanya di sebuah desa di Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, selama satu bulan (27 Juli–27 Agustus 2026). Data dikumpulkan melalui observasi langsung di sekolah dan tempat belajar Al-Qur'an (TPQ), serta melalui keterangan dari tetangga dan warga setempat, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa ketiadaan sosok ibu berkaitan dengan pola perilaku seperti upaya mencari perhatian melalui permainan yang mengganggu, menjahili teman sebaya, perubahan suasana hati antara tawa dan kesedihan, serta kecenderungan menarik diri dari pergaulan dibandingkan teman-temannya; hal ini memicu keprihatinan dan dukungan informal dari guru serta tetangga. Studi ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan emosional, mental, dan sosial anak di masa depan sangat dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan yang diterima sejak dini dalam lingkungan keluarga, sehingga menegaskan pentingnya dukungan psikososial dan pendampingan pengasuhan bagi ayah yang membesarkan anak tanpa kehadiran seorang ibu.
- Kata kunci: pengasuhan; anak piatu; kebutuhan psikososial; ayah tunggal; pengabdian masyarakat
Downloads
Published
2026-03-07
Issue
Section
Articles
