Optimalisasi Aset Masyarakat melalui Program Bimbingan Belajar di Dukuh Ngudal dengan Pendekatan ABCD
aset komunitas; bimbingan belajar; keberlanjutan program; pemberdayaan masyarakat; pendidikan pedesaan
Keywords:
Optimalisasi Aset Masyarakat ; Program Bimbingan Belajar; Pendekatan ABCDAbstract
Pendidikan anak di wilayah pedesaan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah, sebab keterbatasan waktu pendampingan orang tua yang bekerja sebagai petani serta keragaman latar belakang pendidikan keluarga kerap menyisakan celah dalam proses belajar anak di rumah. Persoalan inilah yang melatarbelakangi program bimbingan belajar bagi siswa TK, SD, dan SMP di Dukuh Ngudal, Desa Pagerukir, Kabupaten Ponorogo, yang dirancang dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD)—cara pandang pemberdayaan yang bertolak dari aset yang telah dimiliki masyarakat, bukan dari daftar kekurangannya. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan aset masyarakat yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pendidikan anak, memaparkan pelaksanaan program bimbingan belajar berbasis ABCD bagi siswa TK, SD, dan SMP, serta menganalisis manfaat dan peluang keberlanjutannya sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan. Kajian pengabdian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data dihimpun melalui observasi, wawancara terhadap lima informan kunci, dan dokumentasi kegiatan. Program melibatkan 10 mahasiswa Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) dan 31 anak dari tiga jenjang pendidikan, dengan materi yang disesuaikan secara fleksibel terhadap kebutuhan belajar harian mereka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil menghubungkan aset manusia, sosial, kelembagaan, dan fasilitas yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri, sekaligus memberi manfaat berlapis bagi anak, orang tua, guru, dan pemerintah desa. Tantangan utama yang teridentifikasi adalah keberlanjutan program setelah masa KPM berakhir, sehingga penguatan peran pemuda, orang tua, guru, dan pemerintah desa menjadi kunci agar bimbingan belajar tidak berhenti begitu mahasiswa kembali ke kampus.
