Transformasi Kegiatan Yasinan Menjadi Forum Literasi Keagamaan: Studi Pendekatan Asset-Based Community Development Pada Jamaah Masjid Ar-Rohman Desa Pohijo, Sampung, Ponorogo

Authors

  • Sugeng Prabowo IAI Sunan Giri Ponorogo
  • Nafi'ah IAI Sunan Giri Ponorogo
  • Sriana IAI Sunan Giri Ponorogo

Keywords:

Asset-Based Community Development; community empowerment; Kitab Bidayatul Hidayah; religious literacy; Yasinan

Abstract

The Yasinan and Tahlilan gatherings have long been routinely held among the congregation of Ar-Rohman Mosque, Pohijo Hamlet, Pohijo Village, Sampung Subdistrict, Ponorogo Regency, functioning as a social and religious asset that strengthens ties among residents. From within the congregation's own dynamics emerged an aspiration that the activity should not stop at reciting Surah Yasin and Tahlil, but be followed by religious study. This aspiration was first addressed by Pak Slamet through a study session on Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah, and gained new momentum when students of Community Service Program (KPM) arrived in Pohijo Hamlet and were asked to lead the post-Yasinan study using Imam al-Ghazali's Kitab Bidayatul Hidayah. This article aims to identify community assets, describe the process of developing Yasinan into a forum for religious literacy, analyze the involvement of community and student facilitators, describe the implementation of the kitab study, analyze changes in congregational participation and understanding, and formulate a model for asset-based religious activity development. The study employs an Asset-Based Community Development (ABCD) approach through the Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny stages, with data gathered through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and reflective notes. Findings show that the transformation of Yasinan into a religious literacy forum was not an external intervention but a development of the human, social, institutional, and spiritual assets already possessed by the congregation, with KPM students serving as facilitators who strengthened rather than created community potential. This study contributes an asset-based model for developing religious activities that can be replicated in other Yasinan groups or religious study circles.

 

Kegiatan Yasinan dan Tahlilan telah lama berlangsung secara rutin di kalangan jamaah Masjid Ar-Rohman, Dusun Pohijo, Desa Pohijo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, dan berfungsi sebagai aset sosial serta aset keagamaan yang mempererat hubungan antarwarga. Dari dinamika internal jamaah muncul aspirasi agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembacaan Surah Yasin dan Tahlil, melainkan dilanjutkan dengan kajian keagamaan. Aspirasi ini pertama kali direspons oleh Pak Slamet melalui kajian Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah, dan memperoleh momentum baru ketika mahasiswa Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) hadir di Dusun Pohijo dan diminta turut mengisi kajian pasca-Yasinan menggunakan Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam al-Ghazali. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi aset komunitas, mendeskripsikan proses pengembangan Yasinan menjadi forum literasi keagamaan, menganalisis keterlibatan tokoh masyarakat dan mahasiswa KPM, mendeskripsikan implementasi kajian kitab, menganalisis perubahan partisipasi dan pemahaman jamaah, serta merumuskan model pengembangan kegiatan keagamaan berbasis aset. Penelitian menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan tahapan Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny, serta teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan catatan reflektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi Yasinan menjadi forum literasi keagamaan bukan intervensi eksternal, melainkan pengembangan aset manusia, sosial, kelembagaan, dan spiritual yang telah dimiliki jamaah, dengan mahasiswa KPM berperan sebagai fasilitator yang memperkuat, bukan menciptakan, potensi komunitas. Kajian ini berkontribusi merumuskan model pengembangan kegiatan keagamaan berbasis aset komunitas yang dapat direplikasi pada kelompok Yasinan atau majelis keagamaan lain.

Downloads

Published

2026-10-01