JCD: Journal of Community Development and Disaster Management https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/jcd <p style="text-align: justify;"><a href="https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/jcd"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">JCD</span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> merupakan jurnal yang diterbitkan oleh </span></span><a href="https://pmi.insuriponorogo.ac.id/"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)</span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Fakultas Dakwah&nbsp; </span></span><a href="insuriponorogo.ac.id"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Institut Pengkajian Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo. </span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">&nbsp;JCD menerbitkan artikel dari hasil kajian literatur dan penelitian lapangan yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat dan penanggulangan bencana. </span><span style="vertical-align: inherit;">Fokus dan skop tema pada pembangunan sosial yang mencakup ilmu pengetahuan, teori, konsep sosial yang berkaitan dengan Islam, budaya, tradisi dan struktur sosial.</span></span></p> Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo en-US JCD: Journal of Community Development and Disaster Management <p><em><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">JCD: Journal of Community Development and Disaster Management</span></span></strong> </em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> rekomendasi pencipta untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan batasan pencipta untuk memiliki hak publikasi tanpa batasan, juga pemilik hak komersial atas artikel tersebut adalah pencipta.</span></span></p> Peran Dana Desa Dalam Memberdayakan Masyarakat Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam Study Di Desa Galak Kec. Slahung Kab. Ponorogo https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/jcd/article/view/743 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/kota yang digulirkan dari tahun 2015 bertujuan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Dana Desa memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat desa, dengan pemanfaatan dan pengalokasian yang efektif dan efisien,</em> <em>Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan utama untuk mendeskriptifkan atau melukiskan secara detail dan mendalam mengenai proses pelaksanaan dana desa sehingga dapat memberikan peran / kontribusi sesuai yang diharapakan pemerintah pusat.</em> <em>Dari hasil penelitian pengolahan dana desa yang ada di Desa Galak Kec. Slahung, Kab Ponorogo, berjalan dengan berpatokan pada petunjuk teknis yang ada sehingga pemberdayaan masyarakat dari tahun 2015 sampai pada tahun 2018 mulai meningkat dilihat dari pembangangunan namun masih minim dalam peningkatan pemberdayaan perekonomian masyarakat. Kebijakan yang dilaksanakan pemerintah dalam melaksanakan tugasnya perpatokan dengan nilai dasar ekonomi islam yaitu: kepemilikan, keseimbangan dan keadilan. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga yang ada di desa, serta keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah merupakan keputusan bersama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes).</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Village Funds are funds sourced from the State Revenue and Expenditure Budget allocated to Villages which are transferred through the Regency / City Regional Income and Expenditure Budget which was rolled out from 2015 with the aim of financing governance, implementation of development, guidance and community empowerment. Village funds have an important role in improving the economy of village communities, with effective and efficient use and allocation. This research is a qualitative research with the main objective of describing or describing in detail and in-depth the process of implementing village funds so that they can provide roles / contributions as expected. Central government. From the results of research on village fund processing in Galak Village, Kec. Slahung, Ponorogo District, runs based on existing technical guidelines so that community empowerment from 2015 to 2018 has begun to increase in terms of development but is still minimal in increasing the empowerment of the community economy. The policies implemented by the government in carrying out their duties are based on the basic values ​​of Islamic economics, namely: ownership, balance and justice. The government collaborates with existing institutions in the village, and decisions taken by the government are joint decisions in the Village Development Planning Consultation (Musrenbangdes).</em></p> Marekan Marekan Teguh Ansori ##submission.copyrightStatement## 2019-07-27 2019-07-27 1 2 117 128 Peran Majlis Diba’iyah Dalam Membina Silaturahim Masyarakat Di Kelurahan Paju Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/jcd/article/view/742 <p>Abstrak</p> <p><em>Silaturahim dalam kegiatan diba’iyah ini dimaksudkan untuk menjaga keharmonisan hubungan masyarakat dalam bentuk kekerabatan, tetangga, maupun persaudaraan, bahkan turut pula membawa efek yang sangat positif bagi pribadi orang yang melakukannya. Silaturrahim merupakan salah satu perwujudan dari pada perintah ajaran agama islam yaitu “hablum minannass” menjalin hubungan horisontal dengan sesama manusia. Untuk mengungkapkan hal tersebut peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan pada metode pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian, metode analisis datanya menggunakan konsep dari Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Adanya kegiatan diba’iyah ini dapat menambah jalinan silaturahim warga Kelurahan Paju semakin erat, hal ini dikarenakan dengan diadakannya kegiatan diba’iyah masyarakat meluangkan waktu untuk berkumpul dengan tetangganya sehingga terjalinlah komunikasi yang erat antar warga. Mereka saling menyapa, saling berjabatangan ketika baru datang maupun ketika mau pulang dari kegiatan diba’iyah, 2) Kendala dalam melaksanakan dib’an di Kelurahan Paju yaitu: kurangnya minat dari warga sehingga kegiatan dib’iyah tidak bisa berjalan dengan rutin, selain itu dengan minimnya generasi penerus yang bisa vokal sehingga kegiatan diba’iyah sulit berjalan pada setiap minggunya. Kurangnya dukungan dari sesepuh untuk pembinaan generasi muda sehingga lambat laun kegiatan diba’iyah bisa pudar. Hal lain yang menjadi kendala adalah alat untuk mengiringi dibaiyah seperti kompang dan lainyya sangat kurang, ada namun sudah tak layak pakai lagi.</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Gathering in this diba'iyah activity is intended to maintain harmonious community relations in the form of kinship, neighbors, and brotherhood, even contributing to a very positive effect on the person who does it. Silaturrahim is one of the manifestations of the commandments of Islamic teachings, namely "hablum minannass" to establish horizontal relationships with fellow humans. To reveal this, researchers used a qualitative approach. Whereas in the data collection method, researchers used interview, observation, and documentation methods. Then, the data analysis method uses the concept of Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. From the results of the research it was found that: 1) The existence of this diba'iyah activity can increase the relationship between the residents of Paju Village, this is because with the holding of activities in the community, people take the time to gather with their neighbors so that close communication between residents is established. They greet each other, shake each other when they just arrive or when they want to come home from the diba'iyah activities, 2) Obstacles in carrying out pemb'an in Paju Village, namely: lack of interest from residents so that activities cannot run regularly, besides the lack of future generations who can be vocal so that diba'iyah activities are difficult to run on a weekly basis. Lack of support from elders for fostering the younger generation so that gradually diba'iyah activities can fade. Another thing that becomes an obstacle is that the tools to accompany the training, such as Kompang and others, are very lacking, but they are no longer suitable for use.</em></p> Murdifin Murdifin Agus Setyawan ##submission.copyrightStatement## 2019-07-25 2019-07-25 1 2 101 116 Yasinan dan Tahlilan Sebagai Strategi Dakwah pada Jamaah Yasin dan Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/jcd/article/view/741 <p>Abstrak</p> <p><em>Kehidupan sosial masyarakat, bergerak sesuai dengan zamannya. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa, sosial kemasyarakat sudah bergeser kepada acuh tak acuh terhadap tetangganya, mementingkan kepentingan pribadinya, sedikit yang mempunyai rasa kasihan dan simpati sama orang lain yang lebih rendah darinya, tolong menolong sesama masyarakat sudah sedikit berkurang, seiring dengan kehidupan yang penuh dengan kesenangan dan mempunyai tujuan untuk tujuan hidupnya sendiri, terutama di perkotaan. Penelitian ini melaporkan hasil penelitian, dengan rumusan masalah: Bagaimana pelaksanaan Yasinan dan Tahlilan pada jamaah Yasin dan Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim. Bagaimana peran dan fungsi Yasinan sebagai media dakwah pada Jamaah Yasin dan Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim. Penelitian ini dilakukan secara kwalitatif pada Jamaah Yasin dan Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim di Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, dengan prosedur pengumpulan data melalui teknik observasi, interview dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan hasil seperti dibawah ini. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa Kegiatan yang dilakukan oleh Jamaah Yasin dan Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim ini sangat diperlukan karena mampu berfungsi sebagai perekat hubungan antar jamaah khususnya dan masyarakat secara umum dalam rangka memperkuat silaturrahmi, menjaga kerukunan, kebersamaan dan menumbuhkan jiwa ihlas di dalam masyarakat. Dan peran Jamaah ini sangat membantu terhadap kegiatan-kegaitan sosial dan keagamaan di masarakat karena nilai gotong royong yang sangat tinggi</em>.</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>The social life of the community, moves according to the era. Current conditions show that, social society has shifted to indifferent to its neighbors, prioritizing their personal interests, few have compassion and sympathy for others who are lower than themselves, please help fellow society has decreased a little, along with a life full of pleasure and have a purpose for their own life goals, especially in urban areas. This study reports the results of research, with the formulation of the problem: How is the implementation of Yasinan and Tahlilan in the congregation of Yasin and Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim. What is the role and function of Yasinan as a medium of preaching to Jamaah Yasin and Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim. This research was conducted qualitatively at Jamaah Yasin and Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim in Jimbe Village, Jenang District, Ponorogo Regency, with data collection procedures through observation, interview and documentation techniques. The collected data were analyzed with the results as below. Based on the results of the analysis, it is found that the activities carried out by Jamaah Yasin and Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim are very necessary because they are able to function as the glue of the relationship between congregations in particular and society in general in order to strengthen friendship, maintain harmony, togetherness and foster a spiritual spirit in society. And the role of the Jamaah is very helpful for social and religious activities in the community because of the very high value of mutual cooperation.</em></p> Sri Purwaningsih Hasim Ahrori ##submission.copyrightStatement## 2019-07-24 2019-07-24 1 2 91 100 Peran Kiai Dalam Perlindungan Sosial (Studi Kegiatan Yatiman Di Pondok Pesantren Al-Kholily Ma’unah Sari Pilang Sampung Ponorogo) https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/jcd/article/view/740 <p>Abstrak</p> <p><em>Kegiatan yatiman di Pondok Pesantren Al-Kholily Ma’unah Sari dilaksanakan setiap tangal 10 muharram. Yang langsung di pimpin oleh seorang kiai, Kiai adalah orang yang mengajarkan pengetahuan agama dengan cara berceramah, menyampaikan fatwa agam kepada masyarakat luas. Kiai secara etimologis (lughotan) menurut adaby darba kata kiyai berasal dari bahasa jawa kuno “kiya-kiya” yang artinya orang yang dihormati. Selain itu ada pula yang mengartikan man balagha sinnal arbain, yaitu orang-orang yang sudah tua umumya atau orang-orang yang mempunyai kelebihan. Sedangkan secara terminology Kiai menurut Manfred Ziemek adalah pendiri dan pemimpin sebuah pesantren yang sebagai muslim terpelajar, telah membaktikan hidupnya demi Allah serta menyebarluaskan dan mendalami ajaran-ajaran, padangan Islam melalui kegiatan pendidikan Islam. Kiai Pondok Pesantren Al-Kholily Ma’unah Sari yang bernama Kiai Agus Mahmud Isa Mudzofar selain pandai ilmu beliau juga dikenal arif dan karismatik, berkat kearifan dan karismatik beliau mampu menarik para donator-donatur yatiman.</em></p> <p><em>Abstract</em></p> <p><em>Compensation activities at the Al-Kholily Ma'unah Sari Islamic Boarding School are held every 10 muharrams. Directly led by a kiai, Kiai is a person who teaches religious knowledge by giving lectures, conveying religious fatwas to the wider community. Etymologically kiai (lughotan) according to adaby darba the word kiyai comes from the ancient Javanese language "kiya-kiya" which means people who are respected. In addition, there are also those who interpret man balagha sinnal arbain, namely people who are generally old or people who have advantages. Meanwhile, in terms of Kiai, according to Manfred Ziemek, he is the founder and leader of an Islamic boarding school who, as an educated Muslim, has dedicated his life to Allah and disseminates and deepens the teachings of Islam through Islamic education activities. The Kiai of Al-Kholily Ma'unah Sari Islamic Boarding School named Kiai Agus Mahmud Isa Mudzofar, apart from being good at knowledge, is also known as wise and charismatic, thanks to his wisdom and charismatic ability to attract Yatiman donors.</em></p> Binti Masruroh Syamsul Wathoni ##submission.copyrightStatement## 2019-07-23 2019-07-23 1 2 79 89 Strategi LAZISNU dalam Pemberdayaan Umat (Studi Kasus LAZISNU PAC Dolopo Kabupaten Madiun) https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/jcd/article/view/739 <p>Abstrak</p> <p><em>Berdasarkan Undang-undang tentang zakat ini, pengelolaan&nbsp; Zakat adalah kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan Zakat. Sehubungan dengan hal tersebut ada dua organisasi pengelola zakat yang diakui yaitu Badan Pemerintah tingkat Pusat Wilayah dan Daerah, dan Lembaga Amil Zakat Infaq, dan Shodaqoh (LAZIS) yang sepenuhnya dibentuk oleh masyarakat dan dikukuhkan oleh pemerintah. </em><em>Dolopo merupakan daerah pertanian, baik pertanian sawah dengan irigasi teknis, sawah tadah hujan, tanah pekarangan dan hutan jati milik perum Perhutani. Sebagian besar penduduk beragama Islam. Di Kecamatan Dolopo terdapat masalah sosial diantaranya anak terlantar, pengemis/gelandangan, WTS, anak nakal, mantan napi, dan eks penderita penyakit kronis. </em><em>Program kerja LAZISNU Kecamatan Dolopo terdapat program utama yaitu mengurusi tentang zakat, infaq, dan shadaqah. Kemudian program pendukung yang menyangkut pada Bidang Dakwah </em><em>membantu atau menunjang kegiatan dakwah islamiyah bidang dakwah LAZISNU Kecamatan Dolopo</em><em>, </em><em>Bidang sosial&nbsp; yaitu </em><em>santunan anak yatim piatu dan dhuafa’, Bantuan logistic kaum mustadzafin, Bantuan penanggulangan korban bencana, Bantuan janda tua, orang jompo dan orang cacat</em><em>, </em><em>Bidang pendidikan yaitu </em><em>Pemberian beasiswa TK hingga Perguruan Tinggi, Bantuan untuk para Guru/Ustadz/Ustadzah, Penguatan pendidikan berbasis Pesantren, Bantuan fisik pendidikan tempat ibadah, Bidang kesehatan yaitu bantuan layanan kesehatan bagi para Kyai, Ustadz/Ustadhah mustadzafin, penanggulangan gizi buruk dan busung lapar, Khitanan masal, bantuan persalinan bagi ibu-ibu kaum mustadzafin, pembuatan klinik kesehatan untuk warga nahdhiyin di Kecamatan Dolopo. Bidang Ekonomi yaitu memberikan bantuan modal usaha pedagang kaki lima, petani, peternak, pengrajin, dan home industri</em>.</p> <p>Abstract</p> <p><em>Based on this law on zakat, zakat management is the activity of planning, organizing, implementing, and supervising the collection, distribution and utilization of zakat. In connection with this there are two recognized zakat management organizations, namely the Regional and Regional Central Government Agencies, and the Infaq Zakat Institution, and Shodaqoh (LAZIS) which are fully formed by the community and confirmed by the government. Dolopo is an agricultural area, both rice fields with technical irrigation, rainfed rice fields, homesteads and teak forests belonging to Perhutani Corporation. Most of the population is Muslim. In Dolopo Subdistrict, there are social problems including abandoned children, beggars / vagrants, prostitutes, naughty children, ex-convicts, and former chronic disease sufferers. The LAZISNU work program in Dolopo District has a main program, namely taking care of zakat, infaq, and shadaqah. Then the support program related to the Da'wah Sector helps or supports the activities of Da'wah Islamiyah in the field of da'wah LAZISNU, Dolopo District, the social sector, namely donations for orphans and dhuafa ', logistical assistance for the mustadzafin, assistance for disaster victims, assistance for elderly widows, elderly people and disabled people. , In the field of education, namely providing scholarships from kindergarten to tertiary institutions, assistance for teachers / ustadz / ustadzah, strengthening of Islamic boarding school-based education, physical assistance for education for places of worship, the health sector, namely health service assistance for Kyai, Ustadz / Ustadhah mustadzafin, overcoming malnutrition and busung hunger, mass circumcision, childbirth assistance for mothers of the mustadzafin, construction of a health clinic for nahdhiyin residents in Dolopo District. Economic sector, namely providing business capital assistance for street vendors, farmers, breeders, craftsmen, and home industry</em>.</p> Musafa’ Azhar Khusnul Khotimah ##submission.copyrightStatement## 2019-07-22 2019-07-22 1 2 69 78