Batas Kewenangan Peradilan Agama dalam Penyelesaian Sengketa Pembiayaan Bank Syariah terhadap Debitor yang Dinyatakan Pailit

المؤلفون

  • Veronica Cynthia Wibowo UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Nur Persmawati Sahar Putri UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Budi Prasetyo Margono UPN "Veteran" Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.37680/jshel.v4i2.10467

الكلمات المفتاحية:

Syaria Bank; Sharia Financing; Bankruptcy

الملخص

The authority of Religious Courts to resolve disputes concerning sharia bank financing is established under Religious Courts Law as part of sharia economic disputes. However, legal issues arise when a debtor fulfils the statutory requirements for bankruptcy under the Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations Law, placing the matter within the jurisdiction of the Commercial Court. This overlap raises questions regarding the limits of jurisdiction and legal certainty in resolving disputes arising from sharia financing. This study aims to examine the limits of the Religious Courts' authority in sharia bank financing disputes that result in bankruptcy and to analyse the legal certainty regarding the division of jurisdiction between the Religious Courts and the Commercial Courts. The research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate that the Religious Courts retain jurisdiction only while the dispute concerns the implementation of a sharia financing contract. Once the debtor is declared bankrupt, jurisdiction shifts to the Commercial Court. The study also finds a lack of harmonisation between the Islamic Banking Law, the Religious Courts Law, and the Bankruptcy Law. Therefore, the Bankruptcy Law should be revised to incorporate specific provisions on sharia bankruptcy.

المراجع

Abdurrauf, M. (2023). Revitalisasi Perbuatan Hukum dalam Akad Pembiayaan Murabahah Perbankan Syariah. Al-Mizan: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 10(1), 87–105.

Adhi, A. A., Pujiastuti, E., & Putranto, T. D. (2026). Kedudukan dan Pemenuhan Hak Kreditur Pemegang Hak Tanggungan dalam Proses Kepailitan Debitur. Journal USM Law Review, 9(2), 1214–1233. https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.14079

Alfajri, & Andrini, R. (2024). Analisis Komparatif Sistem Operasional Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia. JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar, 2(3), 77–82. https://doi.org/10.5281/zenodo.14522778

Aqun. (2026, June 5). Kreditor Pertanyakan Lelang Aset Rumah Sakit Altha dengan Harga Limit Rp35,7 miliar. KPKNL Diminta Batalkan Pelaksanaan Lelang. Bogoronline.Com. https://bogoronline.com/2026/06/kreditor-pertanyakan-lelang-aset-rumah-sakit-altha-dengan-harga-limit-rp357-miliar-kpknl-diminta-batalkan-pelaksanaan-lelang/

Arimba, C. I., & Suganda, R. (2025). Repositioning of Religious Courts in Resolving Bankruptcy Disputes in Islamic Banking. Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology, 6(1), 1162–1167. https://doi.org/10.33122/ejeset.v6i1.541

Batubara, S., & Hutagalung, M. W. R. (2023). Produk dan Akad-Akad Perbankan Syariah. Nahdatul Iqtishadiyah: Jurnal Perbankan Syariah, 2(2), 1–20.

Billa, S., Soleha, S., & Devitasari, M. (2024). Perbandingan Dual Banking System Indonesia dan Malaysia. Benefits: Journal of Economics and Tourism, 1(1), 47–61. https://doi.org/https://doi.org/10.69836/benefits-jeti.v1i1.12

Claudia, M. Y., Siregar, M., Kaban, M., & Andriati, S. L. (2024). Komparasi Penyelesaian Sengketa Wanprestasi dalam Perkreditan atau Pembiayaan melalui Pengadilan pada Perbankan Konvensional dan Perbankan Syariah. Locus Journal of Academic Literature Review, 3(1), 127–140. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v3i1.281

Faizah, N., & Azzahra, D. (2022). Kompetensi Pengadilan Niaga Terhadap Kepailitan Debitur Berdasarkan Wanprestasi Akad Pembiayaan Syariah (Studi Kasus Putusan No. 26/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Mdn Tentang Kepailitan PT Baja Agung). Al-Mizan: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Islam, 6(2), 126–139.

Ferdianza, R., Hapsari, R. A., & Aprinisa. (2026). Pertimbangan Hakim Pengadilan Niaga dalam Mengabulkan Permohonan Pailit Terhadap Debitor Yang Masih dalam Proses Likuidasi. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 1383–1391. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4507

Fikri, M. (2024, December 27). Ini Daftar Lengkap Bank Yang Tersangkut Pailit Sritex (Finansial). Bloomberg Technoz. https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/58810/ini-daftar-lengkap-bank-tersangkut-pailit-sritex

Firda, A., Kurniati, R A. R., & Tabran, M. (2023). Perbandingan Kinerja Bank Syariah dan Bank Konvensional dalam Melaksanakan Transaksi. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 4(2), 20–29. https://doi.org/https://doi.org/10.55623

Hafid, A. (2023). Komparasi Kewenangan Pengadilan Negeri Surabaya dalam Sengketa Ekonomi Syariah Perspektif Kepastian Hukum. Matador: Jurnal Hukum Islam, 3(2), 708–726. https://doi.org/https://doi.org/10.33754/masadir.v3i02.885

Halimi, Moh. Z. (2024). Kewenangan Mengadili Lembaga Peradilan di Indonesia dan Titik Singgung Pantara engadilan Umum ddanPengadilan Agama. Al-Mawaddah: Jurnal Studi Islam dan Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyyah), 1(1), 34–47. https://doi.org/10.61181/al-mawaddah.v1i1.428

Harun, N. (2026). Eksistensi Peradilan Islam dalam Penyelesaian Perkara. Al Hukmu: Journal of Islamic Law and Economics, 5(1), 64–76. https://doi.org/https://doi.org/10.54090/hukmu.921

Hasana, N., Mustopa, & Faizal, E. A. (2023). Akibat Hukum Perjanjian Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah (Kajian Terhadap Klausula Pilihan Forum Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Negeri). Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah, 10(2), 55–65. https://doi.org/10.15575/am.v10i2.29594

Hasibuan, H. R., Imsar, & Harahap, R. D. (2023). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Wanprestasi dalam Penyelesaian Produk Pembiayaan Multijasa di PT. Bprs Al-Washliyah Krakatau. Jurnal Sains dan Teknologi, 5(2), 564–570. https://doi.org/https://doi.org/10.55338/saintek.v5i2.2058

Hibbaturrahman, I., Hidayat, A. R., & Dzulhijjah, L. (2026). Kewenangan Pengadilan Agama dalam Penyelesaian Kepailitan Syariah. Bandung Conference Series: Sharia Economic Law, 6(1), 9–16. https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i1.22657

Kartika, M., & Andrini, R. (2024). Kegiatan Usaha Bank Syariah dan Perbedaannya dengan Bank Konvensional. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(5), 110–115. https://doi.org/10.5281/zenodo.14475248

Kartika, S., & Harahap, M. Y. (2023). Kewenangan Mengadili dalam Penyelesaian Perkara Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Perbankan Syariah. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 101–112. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2195

Kelibia, M. U., Mardiansyah, H., Firmansyah, T. J., & Utama, L. (2025). Penerapan Asas Personalitas Keislaman dalam Proses Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(4), 1971–1977. https://doi.org/10.56338/jks.v8i4.7318

Kristianti, D. S. (2026, March 30). Kepailitan Syariah: Mengapa Pengadilan Agama Harus Diberi Kewenangan ? Hukumonline.Com. https://www.hukumonline.com/berita/a/kepailitan-syariah--mengapa-pengadilan-agama-harus-diberi-kewenangan-lt69c9e2aa21c9f/

Maqfira, B. S. N., Kurnia, A., Fadhil, A. S., & Ilham. (2025). Tinjauan terhadap Kewenangan Peradilan Agama dalam Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi, 2, 88–105. https://doi.org/10.61132/jiesa.v2i3.966

Nurfaradisa, S., Anugrah, A. P., Sulaiman, S., Isnaini, A. M., & Triestanto, J. (2026). Pembiayaan Bermasalah (Non Performing Financing) dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Non-Performing Financing from the Perspective of Islamic Economic Law. Jurnal Kolaboratif Sains, 9(2), 2285–2292. https://doi.org/10.56338/jks.v9i2.7374

Oktoviasari, V. A., Firmansyah, Y., K, A., & Syaharuddin. (2025). Macam-Macam Akad dalam Penerapannya pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia. Ribhuna:Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, 4(2), 154–166. https://doi.org/https://doi.org/10.69552/ribhuna.v4i2.3460

Ramadhani, A., Kadriati, Astuti, B. W., & Gani, I. (2025). Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Jalur Non Peradilan. Ekonomipedia: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis, 3(1), 90–99. https://doi.org/10.55043/ekonomipedia

Ridhwani, L. G., & Setianto, M. J. (2026). Kewenangan Kurator dalam Pengurusan dan Pemberesan Harta Pailit dalam Perspektif Hukum Bisnis. Federalisme: Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi, 3(1), 70–82. https://doi.org/10.62383/federalisme.v3i1.1534

Rizki, I. K., Fatekhah, P. S., & Ali, M. M. (2024). Implementasi Prinsip Kehati-hatian dalam Penyaluran Pembiayaan di Bank Syariah. JIOSE: Journal of Indonesian Sharia Economics, 3(1), 63–78. https://doi.org/10.35878/jiose.v3i1.896

Simarmata, L. N., Asri, A., & Wendra, A. (2025). Analisis Hukum Mengungkap Penyebab Kepailitan PT Sri Rejeki Isman. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 15(2). https://doi.org/https://doi.org/10.35968/jihd.v15i2.1445

Sofjan, P. A., Syarifah, N. D. S. L., Fazrinuriko, R., Widayanti, A. O., Joni, & Fauziah, R. (2026). Bank Syariah Lembaga Intermediary Financial. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 3(4), 319–326. https://doi.org/10.62017/jemb

Sulistyowati, N. I. (2023). Kedudukan Jaminan Syariah dalam Perbankan Syariah Novita Indah Sulistyowati. Officium Notarium, 2(2), 263–370. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/JON.vol2.iss2.art18

Triana, Y., Lina, Marpaung, R., Samosir, M., Khomeini, A., Nasution, Keristian, B., Ramon, F., Arlenggo, Tarigan, J., Adri, M., & Juni. (2023). Penyelesaian Sengketa Wanprestasi pada Bank Perkreditan Syariah. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 7869–7876.

Wahyudi, F. (n.d.). Quo Vadis Penyelesaian Perkara Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (Pkpu) pada Lembaga Keuangan Syariah. Pengadilan Tinggi Agama Bandung. Retrieved https://pta-bandung.go.id/images/quo_vadis_penyelesaian_perkara_kepailitan_dan_pkpu_pada_lembaga_keuangan_syariah.pdf

Wahyuna, S., & Zulhamdi, Z. (2022). Perbedaan Perbankan Syariah dengan Konvensional. Al-Hiwalah : Journal Syariah Economic Law, 1(1), 183–196. https://doi.org/10.47766/alhiwalah.v1i2.879

Wirajuna, A., Gultom, E., & Sudaryat. (2025). Konsekuensi Hukum terhadap Kreditur Pailit yang Tidak Mendaftarkan atauu Terlambat Mendaftarkan Piutangnyakepadaa Kurator dalam Proses Verifikasi Piutang Kepailitan. Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 2(1), 302–309. https://doi.org/10.62383/progres.v2i1.1425

Wulandari, M., & Basri, S. (2022). Analisis Hukum Penyelesaian Sengketa Kepailitan Syariah di Indonesia. Wajah Hukum, 6(2), 441–445. https://doi.org/10.33087/wjh.v6i2.1081

Yusran, Rahman, A., & Rahmatiah. (2025). Perbankan Konvensional Versus Perbankan Syariah dalam Realitas Sosiologi. JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar, 3(4), 183–193. https://doi.org/10.5281/zenodo.18145847

Yusriansah, I., Yulrefan, R., & Selviyana. (2025). Analisis Perbedaan Prinsip dan Operasional Antara Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(11), 146–154. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i11.6969

Zahra, N. A., Maryam, S., Rela, T., & Setiyo, A. B. (2026). Analisis Komparatif Sistem Transaksi dan Mekanisme Keuntungan pada Produk Pembiayaan di Bank Syariah dan Bank Konvensional. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 7815–7824. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8879

Zulkarnain. (2023, September 6). Mengenal Peradilan Agama. Pengadilan Agama Ampana. https://www.pa-ampana.go.id/arsip-artikel/1352-mengenal-peradilan-agama

التنزيلات

منشور

2026-08-04

كيفية الاقتباس

Wibowo, V. C., Putri, N. P. S., & Margono, B. P. (2026). Batas Kewenangan Peradilan Agama dalam Penyelesaian Sengketa Pembiayaan Bank Syariah terhadap Debitor yang Dinyatakan Pailit. Journal of Sharia Economic Law, 4(2), 129–144. https://doi.org/10.37680/jshel.v4i2.10467

إصدار

القسم

Articles