Penguatan Karakter Percaya Diri dan Sikap Kritis Anak melalui Keteladanan Guru Pendidikan Agama Islam

Authors

  • Endang Sri Wahyuni Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo; Indonesia
  • M. Suyudi Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo; Indonesia
  • Moh. Masduki Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo; Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37680/absorbent_mind.v5i2.10348

Keywords:

Critical Thinking, Islamic Religious Education, Self-Confidence, Teacher Role Modeling

Abstract

Issues of low self-confidence and weak critical thinking skills—such as fear of asking questions, hesitation to share opinions, and difficulty analyzing information—are still common among students. These problems can hinder learning and personal development. Teacher role modeling is considered an effective approach to strengthen these characters, especially in Islamic Religious Education (PAI), where character formation aligns with Islamic values. This study aims to examine: (1) the development of self-confidence and critical thinking at SDN 2 Karanggebang; (2) the forms of teacher role modeling in PAI classes; and (3) supporting and inhibiting factors in its implementation.This qualitative descriptive research collected data through interviews, observations, and documentation, then analyzed them inductively to identify patterns and draw conclusions.Findings show that self-confidence at the school is developed in three aspects: behavioral, emotional, and spiritual. Critical thinking is strengthened through students’ ability to give simple explanations, build basic reasoning skills, and draw conclusions. Teacher role modeling appears in three forms: qudwah al-‘ibadah, which fosters spiritual confidence and basic critical explanation; qudwah al-karimah, which shapes behavioral confidence and deeper critical thinking; and qudwah syaja’ah, which builds emotional confidence. Supporting factors include teacher consistency, a positive school environment, and support from parents and the community. Inhibiting factors include limited personal interaction time, a content-heavy curriculum, and the long process needed to shape character.

References

Angelis, B. D. (2005). Confidence: Percaya Diri sebagai Sumber Sukses dan Kemandirian. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Anisa, A. N., Sa'dullah, A., & Hakim, D. M. (2024). Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Sikap Kritis dan Kreatif Siswa di MA An-Nur Bululawang. Vicratina: Jurnal Ilmiah Keagamaan, 9(8), 26-33.

Asa, A. I. (2019). Pendidikan Karakter Menurut Ki Hadjar Dewantara Dan Driyarkara. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 245-258.

Dianto, D. (2017). Keteladanan Guru Pendidikan Agama Islam Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Medan. Intiqad, 9(1), 268774.

Ennis, R. H. (1996). Critical Thinking. Prentice Hall.

Hawi, A. (2013). Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Hikmasari, D. N., Susanto, H., & Syam, A. R. (2021). Konsep Pendidikan Karakter Perspektif Thomas

Hikmasari, D. N., Susanto, H., & Syam, A. R. (2021). Konsep Pendidikan Karakter Perspektif Thomas Lickona dan Ki Hajar Dewantara. Al-Asasiyya: Journal of Basic Education, 6(1), 19–31.

Lickona Dan Ki Hajar Dewantara. Al-Asasiyya: Journal of Basic Education (AJBE), 6(1), 19-31.

Karso, K. (2019). Keteladanan Guru Dalam Proses Pendidikan Di Sekolah. In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.

Khoirunnida, F., Puspita, D., Muthiah, M., Warda, L. T. A., Andiani, S., & Amalia, N. (2024). Pengembangan Karakter Anak Sekolah Dasar Melalui Implementasi Ajaran Tamansiswa Berupa Fatwa Pendidikan Ngandel Kendel Bandel Kandel. Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(2), 299-310.

Latifah, U. (2023). Pengaruh Keteladanan Guru dan Orang Tua terhadap Karakter Peserta Didik di MANU 01 Limpung (Doctoral dissertation, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan).

Murtilawati, M. (2023). Peran Keteladanan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik MIN 1 Kota Pariaman. Tesis Jurusan Pendidikan Agama Islam, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Novitasari, D. (2021). Pengaruh Konsep Diri dan Interaksi Teman Sebaya terhadap Percaya Diri. BASIC EDUCATION, 10(4), 392–408.

Pebianto, A., Gunawan, G., Yohana, R., & Nurjaman, A. (2019). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa MTsN Kota Cimahi pada Materi Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Kepercayaan Diri. Journal on Education, 1(3), 9-20.

Prasetyo, D., Marzuki, M., & Riyanti, D. (2019). Pentingnya Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN, 4(1), 19-32.

Salirawati, D. (2012). Percaya Diri, Keingintahuan, Dan Berjiwa Wirausaha: Tiga Karakter Penting Bagi Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(2), 213-224.

Suanto, S., & Nurdiyana, N. (2020). Implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7(2), 107–114.

Sugianto, S., Riza, J. K., & Pujosakti, A. (2024). Meningkatkan Kepercayaan Diri Dan Penguasaan Materi Agama Siswa Melalui Kegiatan Kultum Setelah Salat Zuhur Berjamaah. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaan, 4(2), 305-316.

Suryana, C., & Muhtar, T. (2022). Implementasi Konsep Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara Di Sekolah Dasar Pada Era Digital. Journal Basicedu, 6(4), 6117-6131.

Wardhani, N. W., & Wahono, M. (2017). Keteladanan Guru Sebagai Penguat Proses Pendidikan Karakter. Untirta Civic Education Journal, 2(1), 49-60.

Winarso, W., & Toheri, T. (2018). Hubungan Antara Self-Confidence dengan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran Matematika. Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(01), 58-66.

Zuhdi, T. (2014). Pendidikan Karakter di Indonesia: Antara Asa Dan Realita. Jurnal Kependidikan, 2(2), 66-84.

Published

2025-12-26