Makna Poligami dalam Al-Qur’an dan Penafsirannya di Kalangan Perempuan Penghafal Al-Qur’an

Authors

  • Afib Riza STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, Indonesia
  • Muhammad Yusuf Siddik STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, Indonesia
  • Umar Farouq STIU Darul Hikmah Bekasi, Indonesia
  • Derysmono Derysmono STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37680/ssa.9808

Keywords:

Qur’an; Polygamy; Interpretation; Female Qur’an Memorizers; Family Harmony.

Abstract

This article examines the meaning of polygamy in the Qur’an and its interpretation among women who memorize the Qur’an. The study departs from the social reality that polygamy is legally and religiously recognized under strict conditions, yet it often generates misunderstanding, family conflict, and psychological tension when practiced without justice, transparency, and adequate religious knowledge. Using a descriptive qualitative method with a phenomenological approach, the research was conducted at STAI DI Al-Hikmah Jakarta from January to March 2024 through observation, interviews, and literature study. The primary data were obtained from two female Qur’an memorizers, while the secondary data were drawn from books, journal articles, laws, tafsir works, and relevant Islamic legal sources. The findings show that the informants interpret polygamy as a permissible practice in Islam, but not as a command or an unrestricted right. Its legitimacy depends on justice, economic capability, mental and spiritual readiness, the consent of the first wife, and urgent or socially responsible reasons. Polygamy that is motivated merely by desire tends to threaten family harmony, whereas polygamy guided by religious ethics and legal procedures may be understood as an exceptional solution.

References

Abror, K. (2016). Poligami dan relevansinya dengan keharmonisan rumah tangga: Studi di Kelurahan Rajabasa Bandar Lampung. Al-‘Adalah, 13(2), 227-238.

Ahyar, H., Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., Fardani, R. A., Sukmana, D. J., & Auliya, N. H. (2020). Buku metode penelitian kualitatif & kuantitatif.

Cahyani, A. I. (2018). Poligami dalam penafsiran hukum Islam. Jurnal Al-Qadau, 5(2), 271-280.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2020). Al-Qur’an dan terjemahannya. Pustaka Al-Kautsar.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Kurniasari, L. L. (2023). Poligami dalam pemikiran Muhammad Syahrur: Studi kritis berdasarkan pemikiran musafir Indonesia.

Lahaling, H., & Makkulawuzar, K. (2021). Dampak pelaksanaan perkawinan poligami terhadap perempuan dan anak. Al-Mujtahid: Jurnal Islamic Family Law, 1(2), 80.

Lintang Suci, N., Kusuma, W. M. D., Rosadi, A. K. A., Syudui, F. R., & Dewangga, D. R. (2023). Penyalahgunaan pemahaman poligami dalam pandangan hukum Islam.

Marisa, C., Fitriyanti, E., & Utami, S. (2021). Gambaran keharmonisan keluarga ditinjau dari peran suami dan isteri. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 13, 3-6.

Mustofa, M. A. (2017). Poligami dalam hukum agama dan negara. Al-Imarah: Jurnal Pemerintahan dan Politik Islam, 2(1), 47-58.

Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. CV Harfa Creative.

Pemerintah Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Pokok Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974.

Quthb, S. (2002). Tafsir Fi Zhilalil Qur’an (Jilid 2). Gema Insani Press.

Riza, A. (2024). Makna poligami dalam Al-Qur’an dan penafsirannya di kalangan perempuan penghafal Qur’an [Skripsi, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta].

Safitri, E. (2016). Pemahaman hadis tentang poligami: Sebuah kajian teologis terhadap hadis-hadis sosial tentang poligami. 17(2), 189-208.

Shihab, M. Q. (2003). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir maudhu’i atas pelbagai persoalan umat. Abacus.

Syam, M. M., & Syachrofi, M. (2019). Hadis-hadis poligami: Aplikasi metode pemahaman hadis Muhammad al-Ghazali. Diroyah.

Tahmidaten, L., & Krismanto, W. (2020). Permasalahan budaya membaca di Indonesia: Studi pustaka tentang problematika & solusinya. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 22-33.

UIM Media. (2024). Membangun keluarga ideal dan harmonis.

Yuliana, N. (2018). Dampak poligami terhadap keharmonisan keluarga: Studi kasus di Desa Surabaya Udik Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Riza, A., Yusuf Siddik, M., Farouq, U., & Derysmono, D. (2026). Makna Poligami dalam Al-Qur’an dan Penafsirannya di Kalangan Perempuan Penghafal Al-Qur’an. Social Science Academic, 4(1), 339–346. https://doi.org/10.37680/ssa.9808

Issue

Section

Articles