Policy on Sanctions for Homosexual Acts in Article 414 KUHP: The Perspective of Islamic Criminal Law

Authors

  • Julhadi Siregar Universitas Negeri Sumatera Utara
  • Zulpahmi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.37680/almanhaj.v8i2.10496

Keywords:

Lewd Acts; Article 414 KUHP 2023; Islamic Criminal Law; Jarīmah Ta’zīr; Criminal Sanctions

Abstract

Increasingly dynamic social changes require criminal law reform that ensures legal certainty while addressing evolving forms of moral violations. This study analyzes the regulation and legal foundations of Article 414 of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code (KUHP), particularly regarding indecent acts involving same-sex perpetrators. It examines the provision from the perspective of Islamic criminal law. The research employs a normative juridical method, using legislative, conceptual, and comparative approaches, and is supported by a literature review. The findings show that Article 414 KUHP is based on philosophical, juridical, and sociological considerations as part of national criminal law reform to protect morality, ensure legal certainty, and maintain social order. The provision is gender-neutral and focuses on acts fulfilling criminal elements, including indecent acts committed in public, involving coercion, or accompanied by the dissemination of pornographic content. The prescribed sanctions include imprisonment and/or fines. In Islamic criminal law, same-sex indecent acts are considered fāḥisyah and contrary to sharia based on the Qur'an, hadith, and the majority view of fuqahā'. Such acts are generally classified as jarīmah ta'zīr, with sanctions determined by authorities in accordance with the public interest. Both legal systems ultimately aim to protect morality and preserve social order.

References

Adinda, N. R., Rosadi, A., & Naisabur, N. (2025). Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(4), 3519–3540.

Al Kautsar, I., & Muhammad, D. W. (2022). Sistem hukum modern Lawrance M. Friedman: Budaya hukum dan perubahan sosial masyarakat dari industrial ke digital. Sapientia Et Virtus, 7(2), 84–99.

Ananta, P. K., & Hapsari, N. T. (2025). Analisis yuridis normatif terhadap ketidaktegasan regulasi LGBT dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 dan implikasinya dalam perspektif prinsip hukum Islam. CAUSA: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 16(2), 1-10.

Ardiansyah, M. R., & Edrisy, I. F. (2025). Tinjauan Pembaruan Sistem Pemida Tinjauan Pembaruan Sistem Pemidanaan di Indonesia dalam KUHP Baru. Journal Evidence Of Law, 4(3), 1641-1653.

Arief, B. N. (2010). Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Citra Aditya Bakti.

Auli, M. (2024). "Pengaturan Pidana terhadap Perbuatan Asusila Sesama Jenis dalam Hukum Positif Indonesia." Al-Sulthaniyah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum

Ibnu Hajar al-‘Asqalani - Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari

Al-'Asqalani, I. H. (t.t.). Fath al-bari bi syarh shahih al-bukhari (Juz XII). Dar al-Ma‘rifah.

Al-Nawawi, Y. S. (1392 H). Al-minhaj syarh shahih muslim bin al-hajjaj (Juz XI). Dar Ihya’ al-Turath al-‘Arabi.

Al Kautsar, I., & Muhammad, D. W. (2022). Sistem hukum modern Lawrance M. Friedman: Budaya hukum dan perubahan sosial masyarakat dari industrial ke digital. Sapientia Et Virtus, 7(2), 84–99.

Az-Zuhaili, W. (1989). Al-fiqh al-islami wa adillatuhu (Juz VI). Dar al-Fikr

Benuf, K. (2020). Metodologi Hukum sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer. Gema Keadilan. https://www.academia.edu/download/63229644/Tulisan_Tentang_Metodologi_Hukum20200507-31648-1ihv8bi.pdf

Febriani, L., & Isnawati, M. (2023). Pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana pencabulan sesama jenis dalam KUHP nasional. Pagaruyuang Law Journal, 7(1), 245-258.

Gunawan, D. S., Pujiyono, & Sutanti, R. D. (2025). Tinjauan yuridis terhadap perbuatan cabul yang dilakukan oleh sesama jenis dalam hukum pidana di Indonesia (Studi Putusan Nomor 166/Pid.B/2018/PN/DPK). Diponegoro Law Journal, 14(3), 1-15.

Hidiyah Ayu, R., & Suciyani. (2026). Perlindungan hukum terhadap korban pencabulan: Analisis normatif dalam sistem hukum Indonesia dan hukum pidana Islam. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 5(1), 213–227.

Ferdiansyah, F. (2026a). Pengaturan Pidana terhadap Perbuatan Asusila Sesama Jenis dalam Delik Perzinaan di Indonesia. Al-Sulthaniyah, 15(1), 132–143.

Ferdiansyah, F. (2026b). Pengaturan Pidana terhadap Perbuatan Asusila Sesama Jenis dalam Delik Perzinaan di Indonesia. Al-Sulthaniyah, 15(1), 132–143.

Imam al-Nawawi - Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim

Lestari, W. (2024). Ta'zīr Crimes in Islamic Criminal Law: Definition, Legal Basis, Types, and Punishments. Al Qanun: Jurnal Kajian Sosial dan Hukum Islam, 5(1), 12–14.

Komparatif Negara Jepang. Mulawarman Law Review, 7(1), 31–48.

Kurniawan, D. W., Widodo, E., Subekti, & Astutik, S. (2024). Tindak Pidana Pencabulan dalam Perspektif Hukum Pidana Islam. Journal of Innovation Research and Knowledge, 45–47.

Kurdi, K., & Mazjah, I. (2024). Kesesuaian Sistem Hukum Asli Dengan Reformasi Pidana: Studi Kasus Penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP. UNES Law Review, 7(2), 721–731.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 46/PUU-XIV/2016 tentang Pengujian Pasal 284, Pasal 285, dan Pasal 292 KUHP terhadap UUD 1945.

Marcellena, E. F. (2024). Kebijakan Hukum Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Cabul Sesama Jenis dalam Pembaharuan Hukum Pidana [Phd Thesis]. Universitas Batanghari Jambi.

Mufarrikhan, A. L. (2025). Reinterpretation of the Qur’an Surah Al-A’raf Verses 80-81 from the Perspective of Maqashidi Interpretation: Reinterpretasi Al-Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 80-81 Perspektif Tafsir Maqashidi. Ar-Rosyad: Journal of Quran Studies and Tafsir, 1(2), 123–145.

Muksin, M. R. S. (2023). Tujuan pemidanaan dalam pembaharuan hukum pidana Indonesia. Sapientia Et Virtus, 8(1), 225–247.

Nugraha, M. F. C., Wardoyo, C., & Wahyono, H. (2020). Financial Inclusion in Home Industry of Bamboo Handicrafts in The Trenggalek District. Dinamika Pendidikan, 15(1), 13–25.

Paryadi, P. (2021). Maqashid Syariah: Definisi dan pendapat para ulama. Cross-border, 4(2), 201–216.

Pratama, A. B., Imaduddin, A., Yamin, T. A., Rofi’i, H. Y., & Saputra, A. L. (2025). Legal Analysis Of The Appointment Of Acting Officials To Fill Vacancies In Democratic Regional Leadership Positions. Journal Tapis: Journal Teropong Aspirasi Politik Islam, 21(1), 117–161.

Rahardjo, S. (2009). Hukum dan Perubahan Sosial: Suatu Tinjauan Teoretis serta Pengalaman-Pengalaman di Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.

Rifa’i, I. J. (2023). Ruang Lingkup Metode Penelitian Hukum. Metodologi Penelitian Hukum, 6.

Ramadhan, M. D. (2023). Pengaturan Tindak Pidana Pelecehan Seksual Sesama Jenis Dalam Perspektif Perundang-Undangan Di Indonesia [PhD Thesis, Universitas Jambi]. https://repository.unja.ac.id/54312/

Saleh, K., Agusta, M., & Weni, W. (2020). Hukum dan masyarakat dalam perspektif sosiologi hukum. Datin Law Jurnal, 1(2). https://www.ojs.umb-bungo.ac.id/index.php/Datin/article/view/454

Setiawan, M. N., & Afita, C. O. Y. (2025). Reformasi Sistem Hukum Pidana Melalui Kuhp Baru: Tantangan Dan Peluang Menuju Keadilan Sosial. Jurnal Hukum Das Sollen, 11(1), 79–94.

Sinambela, S. M., Saragih, M. D., Lumbantobing, J. N. Y., Lase, M., & Iqbal, M. (2025). Dinamika kebudayaan dan perubahan sosial dalam masyarakat modern. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Matematika, 2(2), 65–75.

Siregar, R. (2020). Pendekatan Partisipatif dalam Pembelajaran Menulis Ilmiah. Academic Press.

Soekanto, Soerjono. (2012). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Suyanto, S. H. (2023). Metode Penelitian Hukum Pengantar Penelitian Normatif, Empiris dan Gabungan. Unigres Press.

Sumarna, D., & Kadriah, A. (2023). Penelitian kualitatif terhadap hukum empiris. Jurnal Penelitian Serambi Hukum, 16(02), 101–113.

Syamsudin, J. (2023). Pengalihan kewenangan perizinan usaha pertambangan dalam Undang-Undang mineral dan batubara perspektif desentralisasi. Jurnal Tana Mana, 4(1), 45–51.

Tempo.co. “Diduga Pesta Gay di Kelapa Gading, 141 Orang Ditangkap.” Tempo.co. Diakses 17 Mei 2026.

Wahbah az-Zuhaili - Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu

Yanti, A., & Fitri, W. (2022). Sanksi Pencemaran Lingkungan Hidup dalam Undang-Undang Cipta Kerja: Studi Komparatif Negara Jepang. Mulawarman Law Review, 7(1), 31–48.

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Julhadi Siregar, & Zulpahmi. (2026). Policy on Sanctions for Homosexual Acts in Article 414 KUHP: The Perspective of Islamic Criminal Law. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 8(2), 149–164. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v8i2.10496

Issue

Section

Articles