Criminal Tax Law Strategy Regarding Fictitious Tax Invoices for Business Sustainability

Authors

  • Nathan Thomas Universitas Islam Batik Surakarta
  • Nourma Dewi Universitas Islam Batik Surakarta
  • Firstnandiar Glica Aini Suniaprily Universitas Islam Batik Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.37680/almanhaj.v8i1.9599

Keywords:

Tax, Fictitious Tax Invoices, Sustainability Bussiness

Abstract

This study aims to examine criminal tax law provisions in Indonesia relating to the issuance of fictitious tax invoices, as well as to analyze criminal law enforcement strategies applicable to cases of fictitious tax invoices at PT PP. A fictitious tax invoice is an invoice issued without any actual transaction to reduce tax liabilities. This research is a normative study using a case and statistical approaches. The results show that the Indonesian taxation system, such as VAT, adopts a self-assessment system that is exploited for fraud, including fictitious tax invoices, as happened to PT PP. As a result, the DGT issued a warning, deactivated access to tax invoice creation, and is potentially subject to administrative sanctions in the form of a 100% increase in unpaid VAT in accordance with Article 15 paragraph (2) of the KUP Law. In addition to administrative sanctions, the issuance and/or use of fictitious tax invoices based on Article 39A of the KUP Law is punishable by a maximum imprisonment of 6 years and a maximum fine of 6 times the amount of tax in the tax invoice.

References

Abadi, N., Delta, R., & Januri. (2025). Analisis Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Penggelapan Pajak (Studi Putusan Nomor: 10/Pid.Sus/2022/PN.Kbu). Viva Themis: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 08(02), 2598–9626. https://doi.org/10.24967/vt.v8i2.4235.

Al-firdaus, F. (2018). Studi Eksploratif Penanganan Faktur Pajak yang Tidak Berdasarkan Transaksi yang Sebenarnya. Jurnal Pajak Indonesia, 1(7), 14–30. https://doi.org/https://doi.org/10.31092/jpi.v1i2.194.

Apriyandi, R., & Prasetyo, H. (2021). Mispersepsi Pemidanaan Pertanggungjawaban Korporasi Atas Penggunaan Faktur Pajak Fiktif oleh Direksi Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi yang Menyatakan Kejahatan. USM Law Review, 5(2), 633–646. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5543.

Ardi, I. S. (2022). Tinjauan Implementasi E-Faktur Pajak: Studi Kasus KPP Pratama Medan Timur. Jurnal Keuangan Negara dan Kebijakan Publik, 2(2), 174–188. https://doi.org/https://doi.org/10.31092/jaa.v2i2.1629.

Assaja, A., & Khotimah, H. (2025). Pengaruh Tingkat Kesadaran Wajib Pajak, Pemahaman Aturan Perpajakan dan Sosialisasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Cianjur. Akademik Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(3), 1649–1664. https://doi.org/https://doi.org/10.37481/jmh.v5i3.1629.

Chazawi, A. (2008). Pelajaran Hukum Pidana 1. Jakarta: Rajawali Pers.

Dini, R., Utami, C., & Saleh, A. R. (2024). Kajian Yuridis Penegakan Hukum Pajak Terhadap Pembuat dan Pengguna Faktur Pajak Tidak Berdasarkan Transaksi Sebenarnya ( TBTS ). Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1), 2863–2874. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.7918.

Firmansyah, Setiawati, E., Riyanto, A., Krismonika, & Gantur, H. (2025). Kecurangan, Sistem Perpajakan, Keadilan Pajak, dan Diskriminasi Terhadap Persepsi Etika Atas Penggelapan Perpajakan. Jurnal Geoekonomi, 16(1), 183–194. https://doi.org/https://doi.org/10.36277/geoekonomi.v16i1.580.

Fridawati, T., Gunawan, K., Andika, R., Rafi, M., Ramadhan, R., & Isan, M. (2024). Perkembangan Teori Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia : Kajian Pustaka terhadap Literatur Hukum Pidana. 1(3), 317–328. https://doi.org/https://doi.org/10.71153/jimmi.v1i3.149.

Gabriella, & Yuniawaty, Y. (2025). Kenaikan Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dikaitkan dengan Kemanfaatan Hukum. Unes Journal of Swara Justitia, 8(4), 974–985. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/jn26mx61.

Ginting, M., & Sitompul, M. N. (2023). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Penggunaan Faktur Pajak Fiktif dalam Perspektif Tindak Pidana Perpajakan. Jurnal Pencerah Bangsa, 3(1), 228–232.

Hayuningtyas, T. Y., Nasution, B., Ginting, B., & Ekaputra, M. (2022). Pertanggungjawaban Pidana Beneficial Owner Saham dalam Tindak Pidana Perpajakan (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 66/Pid.Sus/2018/PT.Mdn). Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 9(1), 57–73. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31289/jiph.v9i1.7018.

Ilyas, W. B., & Burton, R. (2013). Hukum Pajak: Teori, Analisis, dan Perkembangannya. Bandung: Salemba Empat.

Indriastuti, D., Jaya, I., Tridianto, A., Taberima, V. A., Rompas, J. T., Hutauruk, A., & Simanungkalit, R. L. (2025). Implikasi Hukum atas Penyalahgunaan e-Faktur oleh Wajib Pajak dan Badan Usaha: Aspek Pidana, Gugatan Perdata, dan Perlindungan Hukum bagi Pihak Ketiga yang Dirugikan. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 3104–3113. https://doi.org/https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/1604/1065.

Isa, S. N., Saragih, Y. M., Purba, P., Manurung, K., & Manurung, H. (2025). Tanggung Jawab Pidana Direksi dan Korporasi dalam Tindak Pidana Penggelapan Pajak. Journal of Law Review, 4(2), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.55098/jolr.v4i2.95.

Jaya, J. J., & Widarto, B. (2025). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Penggelapan Faktur Pajak. Lex Omnibus, 7(2), 117–135. https://doi.org/https://doi.org/10.08221/lexomnibus.v2i2.294.

Kurniawan, A. (2016). Penerapan E-Faktur Pajak Terhadap Pengusaha Kena Pajak di Kota Surabaya (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wonocolo Surabaya). Publika, 4(2), 1–8. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/publika.v4n2.p%25p.

Marzuki, P. M. (2019). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Moha, S. W. S., Ibrahim, A. M., Suaib, S. O., & Tunggati, M. T. (2025). Relevansi Sanksi Pidana dan Denda Administratif dalam Penindakan Tax Evasion di Indonesia. Judge: Jurnal Hukum, 6(1), 202–217. https://doi.org/doi.org/10.54209/judge.v6i01.1199.

Nasution, R. A., Syahriza, R., & Daulay, A. N. (2024). Analisis Keberlanjutan Usaha Kecil Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kasus Rumah Makan Holat Suka Rame Kec. Sungai Kanan, Kab. Labuhan Batu Selatan). JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan), 8(3), 939–955. https://doi.org/10.29408/jpek.v8i3.27715.

Nugraha, A. – A. E. A., & Herdyanto, E. (2020). Pertimbangan Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 2628K/Pid.Sus/2016 Tentang Faktur Pajak Fiktif. Verstek, 8(1), 9–17. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/jv.v8i1.39602.

Nuraga, I. G. M. D. S. (2024). Pentingnya Manusia Sebagai Mahluk Sosial dalam Membayar Pajak. Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. https://www.pajak.go.id/index.php/id/artikel/pentingnya-manusia-sebagai-mahluk-sosial-dalam-membayar-pajak (Diakses pada 14 Maret 2026).

Nurhayati, T., & Taun. (2025). Analisis Hukum Terhadap Pertanggungjawaban Pidana dalam Kasus Penggelapan Pajak Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan di Indonesia. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(2), 3923–3933.

Permana, A. G., & Wijayanti, N. A. (2023). Efektivitas Penerapan Sistem Faktur Pajak Elektronik Sebagai Upaya Pencegahan Faktur Pajak Fiktif: Perspektif Regulator. Akurasi: Studi Akuntansi dan Keuangan, 6(1), 199–214.

Saidi, M. D. (2010). Pembaruan Hukum Pajak. Jakarta: Rajawali Pers.

Salsabila, L., & Azhari, A. (2025). Pertanggungjawaban Pidana. Justitia: Journal of Justice, Law Studies, and Politic, 1(1), 1–7.

Selfiani, W., Sriyani, N., Fitrianti, D., Lumbantobing, S. P., & Minarni, S. (2023). Pengaruh Elektronik Penomoran Faktur (E-Nofa) Pajak Terhadap Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Kepatuhan Wajib Pajak. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 3(2), 154–164. https://doi.org/https://doi.org/10.32509/jmb.v3i2.3423.

Sirait, B., Nupus, V. A., Ratnasari, N., Meilena, W. R., Arifin, M. J., & Mulyadi, R. (2025). Fenomena Penghindaran Pembayaran PPN yang Sudah Dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak, Apa Motifnya? Accounting and Management Journal, 8(2), 84–96. https://doi.org/10.33086/amj.v8i2.6759.

Siregar, R. W., & Sujono. (2024). Kebijakan Pidana Tindak Pidana Pemalsuan Faktur Pajak dalam Penerapan Tax Amnesty. Lex Progressium, 1(2), 40–49. https://doi.org/https://jurnal.dokterlaw.com/index.php/lexprogressium/article/view/131.

Siregar, R. W., Sinaga, N. A., & Gaol, S. L. (2024). Kajian Hukum Atas Tindak Pidana Pemalsuan Faktur Pajak yang Telah Memperoleh Pengampunan Pajak. Jurnal Hukum Sehasen, 10(2), 567–576. https://doi.org/https://doi.org/10.37676/jhs.v10i2.5978.

Span, M. (2024). Issues of a Criminal Investigation of Cases Involving the Use of Fictitious Invoices, the Concept and Structure of the Forensic Characteristics of Fictitious Invoicing. Scientific Herald of Uzhhorod University, 55, 1965–1974. https://doi.org/10.54919/physics/55.2024.196nq5.

Subroto, E. S., Sidarta, D. D., & Soekorini, N. (2024). Akibat Hukum terhadap Kejahatan Perpajakan dengan Faktur Pajak Fiktif (Legal Consequences of Tax Crimes with Fictitious Tax Invoices). Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia (JIHHAM), 4(1), 61–71. https://doi.org/Vohttps://doi.org/10.35912/jihham.v4i1.3332.

Suharsono, A., & Prasetyoningsih, N. (2023). Solusi Mengatasi Dualitas Pengaturan Sanksi Administrasi atau Sanksi Pidana dalam Undang-Undang Ketentuan Pajak. Jurnal Yuridis, 10(1), 28–44. https://doi.org/https://doi.org/10.35586/jyur.v10i1.6394.

Sulistiono, S., & Tanudjaja. (2024). Analisa Yuridis Terhadap Penerbitan Faktur Fiktif (Studi Kasus Putusan Nomor 258/Pid/2021/PT.Smr). Aladalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum, dan Humaniora, 2(3), 174–190. https://doi.org/https://doi.org/10.59246/aladalah.v2i3.878.

Sutedi. (2014). Aspek Hukum Otoritas Jasa Keuangan. Jakarta: Raih Asa Sukses.

Tomakat, A. A. (2023). Konsepsi Teori Hukum Pidana dalam Perkembangan Ilmu Hukum. Jurnal Hukum Pidana dan Kriminologi, 4(1), 49–56. https://doi.org/https://doi.org/10.51370/jhpk.v4i1.99

Tomalili, R. (2019). Hukum Pidana. Yogyakarta: Deepublish.

Triwiraputra, E. L., Harefa, B., & Prasetyo, H. (2024). Reformulasi Peminjaman Bahan Bukti dalam Proses Bukti Permulaan Untuk Memberikan Kepastian Hukum Bagi Wajib Pajak. USM Law Review, 7(2), 740–756. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9144

Utami, R. D. C. (2023). Penegakan Hukum Pajak Faktur Pajak Fiktif Perusahaan: Kajian Yuridis. Jurnal Pro Hukum, 12(3), 951–960. https://doi.org/https://doi.org/10.55129/.v12i3.2710

Wahyudi, R., Jamaluddin, & Yusrizal. (2024). Analisis Pertimbangan Hakim Terhadap Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Pelaku Penyalahgunaan Faktur Pajak (Studi Putusan No. 35/Pid.sus/2022/PN. Lsm). Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 12(1), 177–201.

Waluyo. (2012). Akuntansi Pajak. Jakarta: Salemba Empat.

Wandani, F., & Wijaya, S. (2023). Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Terhadap Transaksi Digital Game Online di Indonesia. Educoretax, 3(2), 89–102. https://doi.org/https://doi.org/10.54957/educoretax.v3i2.405.

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

Nathan Thomas, Nourma Dewi, & Firstnandiar Glica Aini Suniaprily. (2026). Criminal Tax Law Strategy Regarding Fictitious Tax Invoices for Business Sustainability. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 8(1), 545–560. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v8i1.9599

Issue

Section

Articles