Reconstructing State Financial Audit Authority Post-Constitutional Court Decision No. 28/PUU-XXIV/2026

Authors

  • Aslan Noor Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Dea Eka Rizaldi Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Yusup Suprianto Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Andri Irawan Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Choirul Adeffian Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.37680/almanhaj.v8i1.9700

Keywords:

Audit Board (BPK); Constitutional Court; Corruption; State Financial Audit; State Financial Loss

Abstract

Indonesia's constitutional framework assigns the Financial Audit Agency (BPK) an exclusive audit mandate under Article 23E (1) of the 1945 Constitution. However, persistent institutional dualism has allowed bodies such as BPKP and APIP to calculate state financial losses in corruption proceedings, thereby generating fundamental legal uncertainty. The normative ambiguity of Articles 603 and 604 of Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code, which fail to designate the authorized institution or measurement standard for state losses. This study examines how audit authority may be defined in terms of normative criteria and the implications of Constitutional Court Decision Number 28/PUU-XXIV/2026 for Indonesia's state financial accountability system. A normative legal method is employed, combining statutory, conceptual, and case approaches with systematic, teleological, and historical interpretation. The study finds that the audit authority is of an attributive-constitutional character, grounded exclusively in Article 23E. The decision institutionally repositions BPKP and APIP as internal oversight bodies, procedurally obligates law enforcement to rely on BPK findings, and constitutionally reinforces legal certainty under Article 28D paragraph (1). This study contributes to the concept of constitutionalization of audit authority as a framework for understanding how independent oversight institutions are embedded within and protected by the constitutional order.

References

Afriyadi, H. (2017). Rekonstruksi Yuridis Kekayaan Negara yang Dipisahkan pada Badan Usaha Milik Negara. Al-Adl: Jurnal Hukum, 9(1), 1–22. http://dx.doi.org/10.31602/al-adl.v9i1.800

Ashal, A. S., & Sudiro, A. (2025). Rekonstruksi Putusan Bebas dalam Tindak Pidana Korupsi dan Implikasinya terhadap Penegakan Hukum di Indonesia. Lex Journal: Kajian Hukum dan Keadilan, 9(4), 1112–1125. https://doi.org/10.25139/lex.v9i4.11332

Boboy, A., Yohanes, S., & Sinurat, A. (2021). Kewenangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Menentukan Unsur Kerugian Negara Terhadap Tindak Pidana Korupsi. Sibatik Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 1(1), 53–75. https://doi.org. 10.54443/sibatik.v1i1.17

Damaiyanti, D. (2023). Kewenangan Hakim dalam Menghitung Kerugian Keuangan Negara dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi (Analisa Putusan Nomor: 3/Pid. Sus-Tpk/2022/PN Dps). Jurnal Analogi Hukum, 5(2), 138–143. https://doi.org/10.22225/ah.5.2.2023.138-143

Darda Syahrizal, S. H. (2013). Hukum Administrasi Negara & Pengadilan Tata Usaha Negara. MediaPressindo.

Edison, H. (2023). Rekonstruksi Regulasi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi Berbasis Nilai Keadilan [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung]. https://repository.unissula.ac.id/30956/

Fitriyani, D. N. (2012). Penanganan Manipulasi Pasar dalam Transaksi Pasar Modal oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/36909

Hakiki, Y. R., & Taufiqurrahman, T. (2023). The Idea of Structuring National Legislation Based on the Ratio of Decidendi & Obiter Dictum Constitutional Court Decision: Gagasan Penataan Legislasi Nasional Berbasis Ratio Decidendi dan Obiter Dictum Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 20(1), 78–99.

Halilah, S., & Arif, M. F. (2021). Asas Kepastian Hukum Menurut Para Ahli. Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(II).

Hidayatullah, H., Triono, A., & Sumarja, F. X. (2023). Akuntan Publik: Kewenangan Menghitung Kerugian Keuangan Negara Tindak Pidana Korupsi. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 23–34. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2074

Irawan, M. D. A., & Khodijah, S. (2021). Kewenangan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam Menentukan Kerugian Keuangan Negara pada Kasus Tipikor. Rechtenstudent, 2(3), 278–292.

Iswara, D. A. (2020). Rekonstruksi Regulasi terhadap KPK dalam Pemberantasan Kasus Tindak Pidana Korupsi di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 1(4), 13–28. https://doi.org/10.56370/jhlg.v1i4.205

Margareta, J. A. J. (2026). Rekonstruksi Pengawasan Negara terhadap BUMN dalam UU No. 1 Tahun 2025: Kritik atas Model Kelembagaan BPI Danantara. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 7(1), 73–97. https://doi.org/10.22437/zaaken.v7i1.45692

Marzuki, M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media.

Mumpuni, R. (2025). Rekonstruksi Regulasi Kewenangan Jaksa Pengacara Negara dalam Menangani Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara Berbasis Nilai Keadilan [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang]. https://repository.unissula.ac.id/38793/

Nur, M. (2024). Rekonstruksi Regulasi Peran Inspektorat Pengawasan Daerah dalam Upaya Pencegahan Korupsi di Lingkungan Kepolisian Daerah Berdasarkan Nilai Keadilan [PhD Thesis]. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Nurhalizah, A., & Prasetyo, H. (2025). Reformulasi Pertanggungjawaban Pidana Fraud pada Lembaga Investasi Negara. Jurnal USM Law Review, 8(3), 2273–2292. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12957

Padol, M., & Salman, R. (2024). Reconstruction of the National Financial Audit Institutional System for Optimizing State Loss Mitigation. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 19(1), 1–14. https://doi.org/10.33059/jhsk.v19i1.9321

Pradnyana, I. M. F., & Parsa, I. W. (2021). Kewenangan BPK dan BPKP dalam Menentukan Kerugian Keuangan Negara pada Perkara Korupsi. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 10(2), 344–356. https://doi.org/ 10.24843/JMHU.2021.v10.i02.p11

Pramajati, W. (2020). Rekonstruksi Kewenangan Menghitung Kerugian Keuangan Negara dalam Tindak Pidana Korupsi Berbasis Keadilan [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang]. https://repository.unissula.ac.id/18361/

Putra, A. (2021). Sifat Final dan Mengikat Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Pengujian Undang-Undang. Jurnal Yudisial, 14(3), 291–311. https://doi.org/10.29123/jy.v14i3.425

Putra, I. S. (2023). Rekontruksi Politik Hukum Pidana Tentang Legal Audit Terhadap Tindak Pidana Korupsi dalam BUMN di Indonesia Melalui Hukum Progresif Sebagai Ius Constituendum [PhD Thesis, Universitas Kristen Indonesia]. http://repository.uki.ac.id/12557/

Rahmayanti, R. (2020). Rekonstruksi Pengembangan Civil Forfeiture Untuk Meningkatkan Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Berbasis Nilai Keadilan Bermartabat [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang]. https://repository.unissula.ac.id/18388/

Ratnasari, Y. (2025). Rekonstruksi Regulasi Perlindungan Hukum Bagi Penyedia Jasa Konstruksi Bangunan Atas Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Milik Negara Yang Berbasis Keadilan [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang]. https://repository.unissula.ac.id/40308/

ROSANTO, S. (2020). Rekonstruksi Alat Bukti Keterangan Ahli Sebagai Dasar Pertimbangan Hakim Untuk Menentukan Kerugian Keuangan Negara dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Berbasis Keadilan [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang]. https://repository.unissula.ac.id/18416/

Rudi Margono, S. H. (2026). Valuasi Kerugian Keuangan Negara: Sinergi Kejaksaan, BPK, dan BPKP. Profesor Rudi Margono.

Safar, F. A. (2025). Regulasi Kewenangan Kejaksaan dalam Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Melalui Gugatan Perdata Berbasis Kepastian Hukum [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung]. https://repository.unissula.ac.id/44787/

Salsabila, D. (2020). Rekonstruksi Problematika Pertanggungjawaban Pidana Korupsi Korporasi: Kajian Normatif Kedudukan Hukum Diametral Badan Usaha Milik Negara. Majalah Hukum Nasional, 50(1), 19–43.

Samosir, A. (2023). Rekonstruksi Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Pengawasan Untuk Meningkatkan Kebijakan Perbankan Berbasis Nilai Keadilan [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung (Indonesia)]. https://search.proquest.com/openview/f8e0b9d2a160446f244e0ed6f9bb2363/1?pq-origsite=gscholar&cbl=2026366&diss=y

Saputri, T. I., & Pratama, A. B. (2024). Ratio Decidendi Penolakan Permohonan Pengujian Norma Undang-Undang pada Putusan Nomor 47/PUU-XXI/2023. Manabia: Journal of Constitutional Law, 4(01), 119–138. https://doi.org/10.28918/manabia.v4i01.9545

Saragih, Y. (2020). Rekonstruksi Hukum Penyalahgunaan Kewenangan dalam Tindak Pidana Korupsi Berbasis Nilai Keadilan Bermartabat [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang]. https://repository.unissula.ac.id/18466/

Seleky, A., Nirahua, S. E. M., & Corputty, P. (2022). Kewenangan Penetapan Kerugian Keuangan Negara dalam Tindak Pidana Korupsi. Pattimura Legal Journal, 1(1), 44–59. https://doi.org/10.47268/pela.v1i1.5928

Sembiring, E. D. (2025). Rekonstruksi Regulasi Hukum Terkait Status Pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 Guna Harmonisasi Sistem Penegakan Hukum Pidana Korupsi Berbasis Nilai Keadilan [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung].

Setiamandani, E. D., & Dewi, D. A. P. S. (2026). Abuse of Power Lembaga Negara Penegak Hukum dalam Penanganan Kasus Korupsi: Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026: Abuse of Power of State Law Enforcement Institutions in Handling Corruption Cases: Analysis of Constitutional Court Decision Number 28/PUU-XXIV/2026. Jadment: Journal of Administration and Development, 3(1), 475–484. https://doi.org/10.62085/jadment.v3i1.64

Te’dang, Y. W., Nainggolan, M., & Kristiawanto, K. (2025). Rekonstruksi Fungsi Pencegahan Terjadinya Tindak Pidana Korupsipada Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Cendekia: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 2(2), 240–250. https://doi.org/10.62335/cendekia.v2i2.958

Triwulan, T., & Sh, M. H. (2016). Hukum Tata Usaha Negara dan Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara Indonesia. Prenada Media.

Utomo, H. D. (2022). Rekontruksi Regulasi Pengembalian Uang Kerugian Negara dalam Tindak Pidana Korupsi Yang Berbasis Nilai Keadilan [Phd Thesis, Universitas Islam Sultan Agung]. https://repository.unissula.ac.id/31062/

Wijaya, I. (2023). Rekonstruksi Regulasi Perlindungan Hukum Terhadap Direksi BUMN yang Merugikan Keuangan Negara Berdasarkan Nilai Keadilan [PhD Thesis, Universitas Islam Sultan Agung]. https://repository.unissula.ac.id/30949/

Wulandari, W., Putri, N. S., Sulistyani, W., & Chandra, E. M. (2021). Putusan Mahkamah Konstitusi: Dampaknya terhadap Perubahan Undang-Undang dan Penegakan Hukum Pidana. Jurnal Konstitusi, 18(3), 480–503.

Yanuar, M. A., Suseno, S., & Sulistyani, W. (2025). Problematika Hukum Kewenangan Penyidikan Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 59/PUU-XXI/2023: Legal Problems Related to the Authority to Investigate Financial Services Sector Crime After Constitutional Court Decision Number 59/PUU-XXI/2023. Jurnal Konstitusi, 22(3), 554–590.

Downloads

Published

2026-06-19

How to Cite

Noor, A., Rizaldi, D. E., Suprianto, Y., Irawan, A., & Adeffian, C. (2026). Reconstructing State Financial Audit Authority Post-Constitutional Court Decision No. 28/PUU-XXIV/2026. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 8(1), 493–510. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v8i1.9700

Issue

Section

Articles