Relasi Agama dan Kearifan Lokal dalam Tradisi Ter-Ater di Pamekasan, Indonesia

The Relation of Religion and Local Wisdom in Ter-Ater Tradition in Pamekasan, Indonesia

Keywords: Islamic Values, Local Wisdom, Madura Island, Tradition, Ter-Ater

Abstract

This study aims to reveal Islamic values contained in the Ter-ater tradition in Pamaroh Village, Kadur District, Pamekasan Regency, Indonesia. Ter-ater tradition is a cultural heritage in the Madura island carried out at certain moments, when people deliver food to neighbors and relatives. This tradition also involves activities such as tahlil and prayer together before food is distributed. While using qualitative research method with a semiotic approach, data were collected through interviews, field observations, and related literature studies. After analysing the data, we found the existence of Islamic values in the Ter-ater tradition. These values include fostering mutual care through silaturahmi, strengthening solidarity in the form of ukhuwah Islamiyyah, and maintaining good habits through acts of almsgiving. The results of the research can be a valuable source of information in preserving and strengthening this tradition, as well as increasing religious understanding and awareness of the people of Pamaroh Village.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, M. (2011). Agama Dan Psikoanalisa Sigmund Freud. Religia, 14(2), 277–296. https://doi.org/10.28918/religia.v14i2.92

Alfiannoor, I. (2023). Konsep Hubungan Agama dan Negara Menurut Ahmad Hasyim Muzadi. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(4), 2490. https://doi.org/10.35931/aq.v17i4.2395

Andriyani, F. (2022). TRADISI TER-ATER SEBAGAI REPRESENTASI MERAJUT HARMONI ETNIS MADURA-MELAYU PASCA KONFLIK DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT [PhD Thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/56217/

Badrudin. (2015). Pengantar Ilmu Tasawuf. Dalam Buku.

Dzofir, M. (2017). Agama Dan Tradisi Lokal ( Studi Atas Pemaknaan Tradisi Rebo Wekasandi Desa Jepang, Mejobo, Kudus). IJTIMAIYA: Journal of Social Science Teaching, 1(1). https://doi.org/10.21043/ji.v1i1.3104

Endraswara, S. (2006). Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan: Ideologi, Epistimologi, dan Aplikasi. Pustaka Widyatama.

Firdaus, M. Y. (2022). Diskursus Al-Qur’an dan Prosesi Pewahyuan. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislamaan, 12(1), 3.

Geertz, C. (2013). Kebudayaan dan Agama Jawa dalam Perspektif Clifford Geertz. Religió: Studi Agama-agama, 1(Kebudayaan Jawa).

Haq, I. H. (2019). Nilai-Nilai Islam Dalam Upacara Adat Pernikahan Sunda. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 16(1), 29–43. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v16i1.3562

Huda, M. T. (2017). Harmoni Sosial dalam Tradisi Sedekah Bumi Masyarakat Desa Pancur Bojonegoro. Religió: Jurnal Studi Agama-agama, 7(2), 267–296. https://doi.org/10.15642/religio.v7i2.753

J., R. D., Tylor, E. B., Carpenter, R., Baur, B., & Meyerpeter, R. (1959). Religion in Primitive Culture. Western Folklore, 18(2), 194. https://doi.org/10.2307/1496505

Jailani, A. K., & Rachman, R. F. (2020). KAJIAN SEMIOTIK BUDAYA MASYARAKAT: Nilai Keislaman dalam Tradisi Ter-ater di Lumajang. MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial, 3(02), 125–137. https://doi.org/10.37680/muharrik.v3i02.460

Kurniawan, A. (2021). Ini 10 Keutamaan Silaturahim. NU Online. https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/ini-10-keutamaan-silaturahim-tInXR

Mannan, A. (2021). Metode Penelitian Etnografi.

Murisal, M., & Hasanah, T. (2017). Hubungan Bersyukur dengan Kesejahteraan Subjektif pada Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang. KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal), 4(2), 81–88. https://doi.org/10.24042/kons.v4i2.2176

Nahak, H. M. I. (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76. https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Nasrullah. (2019). Islam Nusantara: Analisis Relasi Islam Dan Kearifan Lokal Budaya Madura. Islam Nusantara: Analisis Relasi Islam dan Kearifan Lokal Budaya Madura, 2(2), 274–297.

Nurdiana, N., Susanti, E., Roswati, R., Fiprinita, R., & Afrizal, A. (2022). Penguatan Ukhwah Islamiyah dikalangan Masyarakat Tionghoa di Masjid Cheng Ho Sriwijaya Sumatera Selatan. Sosial Budaya, 19(1). https://doi.org/10.24014/sb.v19i1.17513

Prateksa, A., Fillah, J. D., Putri, J. A. C., Sakdiyah, L., Indahsari, R., & Noor, A. M. (2023). AGAMA DAN RELASI BUDAYA SEDEKAH LAUT DI PESISIR KOTA PATI. 11(1), 9–18.

Pratiwi, S. (2014). Dinamika tradisi Petik Laut di Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. AntroUnairDotNet, 3(2), 25–36.

Riady, A. S. (2021). Agama dan Kebudayaan Masyarakat Perspektif Clifford Geertz. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 2(1), 13–22. https://doi.org/10.22373/jsai.v2i1.1199

Rifai, M. A. (2007). Manusia Madura: Perilaku, Etos Kerja, Penampilan, dan Pandangan Hidupnya (Cet.1). Pilar Media.

Rizqi, Moh. F., & Prayogi, A. (2022). Partisipasi Sosial dalam Rangka Penguatan Tradisi Keagamaan Masyarakat Desa Rowokembu Kabupaten Pekalongan di Era Modernisasi. JPPM Kepri Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau, 2(2), 98–107. https://doi.org/10.35961/jppmkepri.v2i2.520

Rukminingsih, Gunawan Adnan, & Latief, M. A. (2020). Metode Penelitian Pendidikan: Penelitian Kuantitatif, Penelitian Kualitatif, Penelitian Tindakan Kelas. Erhaka Utama.

Salim, A. (2006). Teori & Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sari, L. (2020). TRADISI MEMBACA SURAT YASIN TIGA KALI PADA RITUAL REBO WEKASAN (Studi Living Sunnah di Kampung Sinagar Desa Bojong Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur). Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis, 4(2). https://doi.org/10.15575/diroyah.v4i2.6219

Setiyawan, I. (2020). Harmoni Sosial Berbasis Budaya Gugur Gunung. Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 29(1), 29–40.

Spradley. (1997). Metode Etnografi.

Syaikh Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani. (t.t.). Fathul-Qorib al-Mujib ‘Ala Tahdzib at-Targhib Wa at-Tarhib. Hai’ah ash-Shofwah al-Malikiyah.

Tago, M. Z. (2017). Agama Dan Integrasi Sosial Dalam Pemikiran Clifford Geertz. Kalam, 7(1), 79. https://doi.org/10.24042/klm.v7i1.377

Wahyudi, A., & Khairul, M. (2021). Ma‘Nā Taqlīd “Al-Sakbah” (Ter-Ater) Fī Syahr Ramadlān Bī Sampang Madura. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 8(2), 144–160. https://doi.org/10.19105/islamuna.v8i2.3701

Wardi, M. (2013). Tradisi Ter-Ater Dan Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat Madura. Karsa, 21(1), 41–57.

Widiana, N. (2016). PERGUMULAN ISLAM DENGAN BUDAYA LOKAL Studi Kasus Masyarakat Samin di Dusun Jepang Bojonegoro. Jurnal THEOLOGIA, 26(2). https://doi.org/10.21580/teo.2015.26.2.428

Yasir, M. H. & M. (2021). Konsep Persaudaraan dalam Islam dan Kristen. Dalam Media Komunikasi umat Beragama (Vol. 13, Nomor 2).

Yudabakti. (2016). Marginalisasi dan Revitalisasi Wayang Kulit Parwa di Kabupaten Gianyar pada Era Globalisasi. Jurnal Kajian Bali, 6(1), 223-252-223–252.

Published
2024-03-28
How to Cite
Holis, K., & Silvia, A. (2024). Relasi Agama dan Kearifan Lokal dalam Tradisi Ter-Ater di Pamekasan, Indonesia. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 19(1), 35-52. https://doi.org/10.37680/adabiya.v19i1.3702
Abstract views: 78 , PDF Bahasa Indonesia downloads: 71