PRIBUMISASI ISLAM NUSANTARA: ANTARA NALAR BERAGAMA DAN GERAKAN SOSIAL KEAGAMAAN DI INDONESIA

  • Arik Dwijayanto Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo
Keywords: Islam Nusantara, Moderate, Religious and Social Movement

Abstract

This study aims to explore the values ​​of Islamic Nusantara as the reason of religiousity and spirit of religious-social movement in Indonesia. Islam Nusantara in its development comes as social-religious movement for moderate society to maintain the existence of tolerant Islamic teachings. Through the historical-sociological approach, the results of this research show the fact that there are four factors that encourage the indigenous Islamic Nusantara emerged as a social movement in Indonesia. Firstly, the historical fact of the santri-kyai's contribution through the Jihad Revolution in defending independence has reinforced that there is no dichotomy between religious teachings and nationalism. Secondly, as a result of the internalization of the value of character education through pesantren and madrasah that has proven to be a stronghold in the face of religious radicalism. Thirdly, as a continuation of the ideas of the predecessors (moslem scholars) to present a friendly, tolerant and peaceful of Islamic doctrine. Fourthly, as the realization of the responsibility of religious organizations that rely on the understanding of Islamic teachings based the value of Ahlussunnah waljamaah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Abdul Rahman Haji. (1989), Islam dalam Sejarah Asia Tenggara Tradisional, Kuala Lumpur: Penerbitan Pena.

Abdullah, Mudhofir. (2013), “Pribumisasi Islam dalam Konteks Budaya Jawa dan Integrasi Bangsa”, Makalah yang disampaikan dalam Dies Natalis XXI IAIN Surakarta.

Achmad, Ubaidillah dan Yuliyatun Tajuddin. (2014), Suluk Kiai Cebolek dalam Konflik Keberagamaan dan Kearifan Lokal, Jakarta: Prenada Media.

Achmad, Ubaidillah (2016), “Islam Formalis Versus Islam Lokalis: Studi Pribumisasi Islam Walisongo dan Kiai Ciganjur”, Jurnal ADDIN, Vol. 10, No. 1, Februari

Anshoriy, Nasruddin. (2008), Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Al-Usairy, Ahmad. (2003), Sejarah Islam: Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad XX, Jakarta: Akbar Media.

Al-Zastrow. (1999), Gus Dur: Siapa Sih Sampeyan? Tafsir Teoritik atas Tindakan dan Pernyataan Gus Dur, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Azra, Azyumardi. (2007), Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaruan Islam Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media.

Daud, Mustafa Haji (1994), Kesusasteraan Dalam Tamadun Islam, Kuala Lumpur: Utusan Publication Toha, Zainal Arifin. (2001), Kenyelenehan Gus Dur: Gugatan Kaum Muda NU dan Tantangan Kebudayaan, Yogyakarta: Gama Media.

Esposito, John L. (2010), Masa Depan Islam, terj. Eva Y. Nukman dan Edi Wahyu, Bandung: Mizan.

Fadzil, Siddiq. (2000), “Pertembungan Islam dengan Budaya Peribumi: Pengalaman Alam Melayu”, Kertas Kerja Seminar Hukum Islam Semasa III, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya.

Firmansyah. (2008), Marketing Politik antara Pemahaman dan Realitas, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Faiz, Fakhruddin. (2005), Hermeneutika al- Qur’an Tema-Tema Kontroversial. Yogyakarta: Elsaq.

Hashim, Muhammad Yusoff. (1988), Pensejarahan Melayu Nusantara, Kuala Lumpur: TP Teks Publishing.

Haji Yahya, Mahayudin. (1998). Islam di Alam Melayu, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Hadi, Hardono. (1999), Epistemologi Filsafat Pengetahuan Kenneth T. Gallagher, Cetakan ke-5 Yogyakarta: Kanisius.

Hakim, Lukman. (2004), Perlawanan Islam Kultural: Relasi Asosiatif Pertumbuhan Civil Society dan Doktrin Aswaja NU, Surabaya: Pustaka Eureka.

Hikam, Muhammad AS. (1996), Demokrasi dan Civil Society, Jakarta: LP3ES.

Ismatullah, Deddy dan Asep Gatara. (2007), Ilmu Negara dalam Multi Perspektif: Kekuasaan, Masyarakat, Hukum dan Agama, Bandung: Pustaka Setia.

Iswahyudi. (2015), “MUI dan Dilema Keberagamaan Inklusif”, Laporan Penelitian, P3M STAIN Ponorogo.

Laffan, Michael. (2015), Sejarah Islam di Nusantara, Yogyakarta: Bentang Pustaka

Machmud, Anas. (1989) “Turun Naiknya Peranan Kerajaan Aceh Darussalam di Pesisir Timur Sumatra”, dalam A. Hasymy, Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia, Jakarta: Almaarif.

Ma’arif, Ahmad Syafi’i. (2010), “Nur Huda Ismail dan Karyanya, Sebuah Pengantar”, dalam Nur Huda Ismail, Temanku Teroris: Saat Dua Santri Ngruki Menempuh Jalan yang Berbeda, Jakarta: Penerbit Hikmah

Manasikana. (1983), Sastera Islam di Malaysia, Kuala Lumpur: Penerbitan Sarjana Masnun, Thahir. (2007), “Pergumulan Hukum Islam dan Budaya Sasak; Mengarifi Fiqih Islam Wetu Telu” dalam Jurnal ISTIQRO’, Jurnal Penelitian Islam Indonesia, Volume 06, Nomor 01.

Microb, Halwany dan Mudjahid Chudari. (1993), Catatan Masa Lalu Banten, Serang: Saudara.

Notosusanto, Nugroho. (1992) Sejarah Nasional Indonesia 2, Jakarta: Depdikbud

Pires, Tome. (2014), Suma Oriental: Perjalanan dari Laut Merah ke Cina & Buku Fransisco Rodrigues, Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Ulfah, Isnatin. (2015), “Pergulatan Islam Kultural dan Islam Fundamental Tentang Tradisi Lokal Sebagai Sumber Hukum Islam”, Laporan Penelitian Individual, P3M STAIN Ponorogo .

Sunyoto, Agus. (2012), Atlas Walisongo, Bandung: Mizan.

Suriasumantri, Jujun S. (1982), Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Sinar Harapan.

Supriyadi, Dedi. (2008), Sejarah Peradaban Islam, Bandung: Pustaka Setia.

Tjandrasasmita, Uka (1984), Sejarah Nasional Indonesia III, Jakarta: PN Balai Pustaka.

Karim, Khalil Abdul. (2003), Syari’ah: Sejarah Perkelahian Pemaknaan. Ter. Kamran As’ad Yogyakarta: LKIS.

Rahmat, Imdadun. (2003), “Islam Pribumi: Mencari Wajah Islam Indonesia”, Tashwirul Afkar. No. 14.

Wahid, Abdurrahman. (2001), Pergulatan Negara, Agama dan Kebudayaan, Jakarta: Desantara.

Wijaya, Aksin. (2011), Menusantarakan Islam: Menelusuri Jejak Pergumulan Islam Yang Tak Kunjung Usai, Ponorogo: STAIN Po Press.

Yatim, Badri. (2007), Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Raja Grafindo Press.

Yusuf, Slamet Efendi. (1983), Dinamika Kaum Santri, Jakarta: Rajawali.

Published
2017-09-13
How to Cite
Dwijayanto, A. (2017). PRIBUMISASI ISLAM NUSANTARA: ANTARA NALAR BERAGAMA DAN GERAKAN SOSIAL KEAGAMAAN DI INDONESIA. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 9(02), 71-92. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v9i02.342
Abstract views: 1724 , PDF (Bahasa Indonesia) downloads: 2937