Islamisasi Ilmu Pengetahuan: Pergulatan Pemikiran Cendekiawan Kontemporer

  • Mustofa Hilmi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang
Keywords: Islamisasi, Ilmu Pengetahuan, Sekular, Intuisi

Abstract

The debate of experts regarding the perspective of science in Islam is still ongoing. The paradigm of the islamization of science emerged due to the feeling of the Muslims backwardness from advanced Western civilization. This study aims to elaborate on various views of Muslim scholars on the concept of islamization of science. Employing a literature study using descriptive qualitative research, this study indicates that some religious experts assume that there should be no dichotomy between religious and science in general. Religion must be the foundation of every science because they believe that everything, including science, is sourced from Allah. In essence, there is no separation between religion and every scientific discipline. But the Western thinkers have other views that they focus on the development of science in a positive-empirical aspect. The object of knowledge must be observable. They do not recognize the source and method of development of science in which Muslims use the senses, reason, and intuition. The author argues that somebody must support the idea of the islamization of science to restore knowledge according to its nature. The advancement of modern science must lead a Muslim to increase faith in Allah.

Perdebatan para pakar mengenai cara pandang konsep ilmu pengetahuan dalam Islam masih belum berakhir. Paradigma islamisasi ilmu pengetahuan muncul di tengah kondisi tertinggalnya umat Islam dari peradaban Barat yang sudah maju. Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi berbagai pandangan cendekiawan kontemporer tentang konsep islamisasi ilmu pengetahuan. Kajian ini merupakan studi kepustakaan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agamawan menganggap tidak boleh ada dikotomi antara ilmu pengetahuan agama dan umum. Agama harus menjadi landasan setiap ilmu pengetahuan yang ada karena mereka meyakini bahwa segala sesuatu yang ada termasuk ilmu pengetahuan adalah bersumber dari Allah Swt., sehingga pada hakikatnya tidak ada sekularisme antara agama dengan setiap cabang disiplin ilmu pengetahuan. Namun para pemikir Barat memiliki tinjauan lain. Mereka hanya menitikberatkan pengembangan ilmu pengetahuan secara positif-empiris. Objek pengetahuan harus dapat diobservasi. Mereka tidak mengakui sumber dan metode pengembangan ilmu pengetahuan muslim yang menggunakan panca indra, akal, dan intuisi. Penulis berpendapat gagasan islamisasi ilmu pengetahuan ini harus didukung sebagai upaya mengembalikan ilmu sesuai fitrahnya. Kemajuan sains modern harus mengantarkan umat manusia pada peningkatan iman kepada Allah Swt.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Attas, Naquib, Islam dalam sejarah dan Kebudayaan Melayu. Bandung : Mizan, 1990

Azizy, A Q A. "Pengembangan Ilmu-Ilmu Keislaman". Jakarta : Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, Departemen Agama RI, 2003.

Daud, Wan Mohd Nor Wan, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam, Syed M. Naquib al-Attas Bandung : Mizan, 2003

Ghufron, M. “Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Perspektif Sejarah, Kontroversi Dan Perkembangannya).” Jurnal Urwatul Wutsqo 1, no. 1 (2012).

Hanifah, Umi. “Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer (Konsep Integrasi keilmuan Di Universitas-Universitas Islam Indonesia.” TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam 13, no. 2 (2018): 273–94.

Hasbullah, Moeflich. “Gagasan dan Perdebatan Islamisasi Ilmu Pengetahuan”, Jakarta: LSAF (2000)

Hermawati, Nur Wahyu. “Konsep Ilmu Berlandasakan Tauhid Ismail Raji Al-Faruqi Serta Implikasinya Di Dunia Pendidikan.” At-Ta’dib 10, no. 2 (2015).

Hidayat, Taufik, Konsep Berpikir (Al-Fikr) Dalam Al-Quran dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran PAI di Sekolah (Studi Tematik tentang Ayat-Ayat yang Mengandung Term al-Fikr), Tarbawy 3, no.1, (2016)

Inayah, Firda. “Islamisasi Ilmu Pengetahuan : Prinsip Umum Dan Rencana Kerja Islam Raji Al-Faruqi.” Kalimah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam 18, no. 2 (2020)

Kartanegara, Mulyadhi. “Islamisasi Ilmu Pengetahuan Dan Telaah Kritis Terhadap Epistemologi Barat.” Jurnal Refleksi 1, no. 3 (1999).

———. Mengislamkan Nalar: Sebuah Respon Terhadap Modernitas. Erlangga, 2007.

Kuntowijoyo. Islam sebagai Ilmu Epitemologi, Metodologi, dan Etika, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006.

Madani, Abu Bakar, “Pemikiran Filsafat Al-Kindi”, Lentera 17, no 2 (2015).

Mukhlis, Febri Hijroh. “Integrasi-Interkoneksi keilmuan Prof. Amin Abdullah: Kesalingterkaitan Antara Ilmu-Ilmu Agama Dan Science.” Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan 13, no. 01 (September 3, 2018): 78–101. https://doi.org/10.37680/adabiya.v13i01.5.

Nasution, Harun. Ensiklopedi Islam Indonesia, Vol. I, Jakarta: Jambatan, 1992.

Nata, Abuddin. Metodologi Studi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Pustaka, 2016.

Nivayani, Irma, “Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Pandangan Syed M. Naquib Al-Attas dan Impikasi Terhadap Lembaga Pendidikan International Institute of Islamic Thought Civilization (ISTAC)”, Jurnal Al-Muta’aliyah 1 no. 1 (2017)

Prastyo, Budiman. “Stages Of Islamization Of Science According To Ismail Raji Al-Faruqi As Unity Of Sciences Efforts And Implementation In The Practical Guidance Of Chemistry.” Unnes Science Education Journal 7, no. 1 (2018).

Putra, Aris Try Andreas, “Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi (Dari Tauhid Menuju Integrasi Ilmu Pengetahuan di Lembaga Pendidikan)”, Zawiyah : Jurnal Pemikiran Islam 6 no 1 (2020)

Rachman, Poppy. “Implikasi Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Ismail Raji Al-Faruqi.” HUMANISTIKA: Jurnal Keislaman 6, no. 2 (2020): 154–70.

Salafudin, Islamisasi Ilmu Pengetahuan, Forum Tarbiyah 11, no. 2 (2013)

Sardar, Ziauddin. Sains, Teknologi, dan Pembangunan di Dunia Islam, Bandung: Penerbit Pustaka,1989.

Shihab, M Quraish. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan Dan Keserasian Al-Quran. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Soleh, Achmad Khudori. “Mencermati Konsep Islamisasi Ilmu Ismail R Faruqi.” Ulul Albab 12, no. 1 (2011).

Solichin, Mohammad Muchlis. “Islamisasi Ilmu Pengetahuan Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Islam.” TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. 1 (2008).

Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2016.

Taufik, Muhammad, and Muhammad Yasir. “Mengkritisi Konsep Islamisasi Ilmu Ismail Raji Al-Faruqi: Telaah Pemikiran Ziauddin Sardar.” Jurnal Ushuluddin 25, no. 2 (2017): 109–23.

Wahyuni, Fitri. “Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Upaya Mengurai Dikotomi Ilmu Pengetahuan Dalam Islam).” QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama 10, no. 02 (2018). https://doi.org/10.5281/zenodo.3559251

Zuhdiyah, “Islamisasi Ilmu Ismail Raji Al-Faruqi”, Tadrib : Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. 2 (2016)

Published
2020-12-18
How to Cite
Hilmi, M. (2020). Islamisasi Ilmu Pengetahuan: Pergulatan Pemikiran Cendekiawan Kontemporer. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 15(02), 251-269. https://doi.org/10.37680/adabiya.v15i02.268
Abstract views: 3165 , PDF (Bahasa Indonesia) downloads: 1495